Teknologi

BRIN Kembangkan Sistem Triase AI untuk Bantu Dokter IGD

Bagikan:
Ilustrasi dokter menggunakan sistem AI untuk triase pasien di IGD

BRIN mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis Large Language Model untuk membantu dokter menentukan prioritas pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pengembangan dipaparkan peneliti PRSDI BRIN, Nuraisa, pada kegiatan internal PRSDI, Rabu 29 Juli 2026. Sistem dirancang untuk meningkatkan konsistensi dan efisiensi triase berdasarkan standar Australasian Triage Scale (ATS).

Teknologi dan cara kerja

Aplikasi dibangun menggunakan model Qwen3-32B yang telah melalui fine-tuning dengan dataset kasus triase. Sistem memproses informasi klinis pasien, seperti keluhan utama, riwayat penyakit, tanda vital, dan pemeriksaan awal. Dari data tersebut, sistem merekomendasikan kategori triase sesuai standar ATS sebagai referensi bagi tenaga kesehatan.

Peran sistem sebagai alat bantu

Sistem tidak dirancang menggantikan keputusan klinis dokter. Rekomendasi yang dihasilkan adalah rujukan yang harus divalidasi oleh dokter atau petugas medis sebelum tindakan lebih lanjut. Tujuan utama adalah membantu tenaga kesehatan membuat penilaian yang lebih konsisten dan cepat di situasi kegawatdaruratan.

Nuraisa menjelaskan bahwa sistem dirancang sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan dalam melakukan proses screening triase berdasarkan standar ATS. Rekomendasi yang dihasilkan bukan merupakan keputusan akhir, melainkan referensi yang tetap harus divalidasi oleh dokter atau petugas kesehatan.

Mekanisme keselamatan: guard rail untuk mencegah undertriage

Penelitian ini mengintegrasikan mekanisme guard rail untuk meminimalkan risiko undertriage. Undertriage terjadi ketika tingkat kegawatan pasien dinilai lebih rendah dari kondisi sebenarnya, yang berbahaya bagi keselamatan pasien. Mekanisme ini bertindak sebagai lapisan pengamanan tambahan agar rekomendasi tetap berada dalam koridor keselamatan klinis.

Validasi klinis dan pengembangan lanjutan

Pengembangan sistem masih berlanjut dengan perluasan dan kurasi dataset, serta validasi klinis bersama dokter dan tenaga kesehatan. Tim juga menyempurnakan mekanisme guard rail dan memperkuat aspek keamanan data. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan menjadi kunci agar sistem sesuai kebutuhan pelayanan di lapangan.

Hasil awal dan langkah berikutnya

Hingga kini penelitian telah menghasilkan dua purwarupa perangkat lunak. Ada satu artikel prosiding yang telah diterima dan satu artikel jurnal yang sedang direview. Dataset triase terus dikurasi sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan uji klinis lebih luas.

Dengan validasi dan penguatan keamanan data, teknologi ini berpotensi mempercepat proses triase di IGD dan mengurangi variasi penilaian antar tenaga medis. Implementasi luas masih menunggu hasil uji klinis dan kesiapan regulasi.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait