Ketua DPRD Gandeng KKN UGM Tanam 2.000 Bibit Kopi di Tulungagung
TULUNGAGUNG — Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada untuk menanam 2.000 bibit kopi pada Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan berlangsung di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, serta di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo.
Program dan lokasi penanaman
Penanaman bibit kopi dilakukan bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno 2026 dan melibatkan kelompok mahasiswa KKN UGM. Total bantuan berupa benih mencapai 2.000 pohon, yang dibagikan untuk ditanam di tiga wilayah tersebut.
Menurut Marsono, kolaborasi ini dirancang agar bibit segera ditanam dan dirawat melalui pendampingan mahasiswa bersama masyarakat setempat.
Tujuan dan makna gerakan
Marsono menjelaskan gerakan tanam kopi bertujuan memperkuat branding Kopi Tulungagung sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis. Ia menilai langkah ini penting untuk menjaga kondisi alam yang subur di Kabupaten Tulungagung.
Bertepatan dengan peringatan Bulan Bung Karno 2026, kita memberikan bantuan bibit kopi kepada mahasiswa KKN UGM untuk ditanam di wilayah Desa Tanggung Kecamatan Campurdarat.
Dia menegaskan setiap pohon kopi yang ditanam merupakan kontribusi kecil namun berarti bagi masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Setiap pohon kopi yang kami tanam adalah kontribusi kecil namun berarti untuk masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Dampak ekonomi dan keberlanjutan
Marsono berharap program ini bukan sekadar seremoni. Ia ingin program berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi petani.
Selain aspek lingkungan, reboisasi kopi dikedepankan sebagai gerakan nasionalisme ekologis yang juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Peningkatan produktivitas, kuantitas, dan kualitas kopi menjadi target agar permintaan pasar terpenuhi.
Semoga bantuan bibit kopi ini bisa mendorong masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, kuantitas serta kualitas kopi, sesuai dengan permintaan pasar. Yang akhirnya kesejahteraan petani kopi meningkat.
Langkah berikutnya
Pemerintah daerah dan organisasi terkait diharapkan memfasilitasi pelatihan dan akses pasar bagi petani muda. Pendampingan teknis pasca-tanam menjadi kunci agar bibit berkembang menjadi tanaman produktif.
Program kolaboratif antara DPRD, mahasiswa KKN UGM, dan masyarakat lokal ini menjadi contoh sinergi untuk memadukan pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Deni Wicaksono Terima Lencana Emas Jer Basuki dari Pemprov Jatim
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono menerima Lencana Emas Jer Basuki pada 12 Oktober 2026 sebagai penginga...
PDI Perjuangan Tulungagung Gelar Pelatihan Media Sosial di 4 Dapil
DPC PDI Perjuangan Tulungagung menggelar kaderisasi dan pelatihan media sosial di empat Dapil pada 11 Oktobe...
Klinik UMKM Digagas untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan Tuban
Ony Setiawan mendorong pendirian Klinik UMKM di Tuban pada 11 Oktober 2026 untuk memperkuat UMKM, mempermuda...
Astra dan Pemkab Banyuwangi Bina 10 SD Lewat Empat Pilar Pendidikan
Astra dan Pemkab Banyuwangi resmi menjalin kerja sama pendidikan untuk membina 10 SD selama lima tahun denga...
Sri Untari Terima Lencana Emas untuk Penguatan Koperasi Wanita
Sri Untari menerima Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya atas 30 tahun memperjuangkan koperasi wanita di Jawa T...
PDI-P Desak Pemkot Pasuruan Sajikan Data Terukur pada Tiga Raperda
Fraksi PDI Perjuangan minta Pemkot Pasuruan sajikan data, target, dan mekanisme pengawasan untuk tiga Raperd...