PDI Perjuangan Blitar Gelar Dapur Umum Gotong Royong Setiap Tanggal 10
BLITAR – DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar Dapur Umum Gotong Royong secara rutin setiap tanggal 10 sebagai bentuk aksi sosial untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan dengan warga. Kegiatan yang berlangsung mulai penyiapan bahan hingga pendistribusian makanan ini dilaksanakan untuk menghadirkan manfaat langsung di masyarakat.
Pelaksanaan dan keterlibatan kader
Dalam setiap pelaksanaan, pengurus dan kader partai turun langsung menyiapkan bahan, memasak, dan membagikan makanan kepada warga. Keterlibatan penuh kader menjadi ciri utama program ini sehingga aksi tidak sekadar simbolis, melainkan kegiatan praktis yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Tujuan dan komitmen partai
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Yudi Meira, menyatakan program itu sebagai wujud komitmen partai untuk hadir di tengah masyarakat lewat aksi konkret, bukan hanya gagasan atau kebijakan.
"Program ini kami laksanakan secara rutin setiap tanggal 10 sebagai bentuk komitmen untuk terus membersamai masyarakat. Kami ingin kehadiran PDI Perjuangan benar-benar dapat dirasakan melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga," kata Yudi, Jumat (10/7/2026).
Yudi menegaskan bahwa program dilaksanakan berkelanjutan agar budaya gotong royong tetap hidup dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat.
Nilai gotong royong dan dampak sosial
Menurut pengurus, semangat gotong royong menjadi fondasi pelaksanaan Dapur Umum. Kegiatan ini dirancang untuk membangun kebersamaan antarwarga, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga hubungan baik antara kader partai dan komunitas lokal.
"Dapur Umum bukan hanya tentang memasak dan membagikan makanan. Yang lebih penting adalah membangun kebersamaan, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga hubungan yang baik antara kader dengan masyarakat," ujarnya.
Pelaksanaan rutin memberikan efek bergulir: selain meringankan kebutuhan pangan sementara, kegiatan ini juga memupuk solidaritas dan saling bantu dalam skala lingkungan.
Landasan nilai dan kelanjutan program
Program Dapur Umum Kota Blitar juga dimaknai sebagai implementasi nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno, yakni menjadikan gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Para pengurus berkomitmen melanjutkan program ini secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian publik.
Dengan rutinitas pada tanggal 10 setiap bulan, inisiatif ini diharapkan terus menguatkan jaringan sosial dan memberi contoh aksi nyata bagi organisasi masyarakat lain di wilayah setempat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Sri Untari: Hasto Tunjukkan Politik Berbasis Gagasan dan Disiplin
Sri Untari puji Hasto Kristiyanto sebagai contoh politik berbasis belajar, disiplin, dan prinsip; bukan seka...
Surabaya Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Siswa
Pemkot Surabaya salurkan bantuan pendidikan dan seragam bagi 7.380 siswa desil 1–5, plus bantuan Rp350 ribu/...
Lumajang Perkuat Sinergi dengan FKUB untuk Moderasi Beragama
Pemkab Lumajang dan FKUB memperkuat kerja sama untuk jaga kerukunan, gelar Kemah Moderasi Beragama, dan cega...
DPRD Malang Desak Pembaruan Data Bansos dan Verifikasi Lapangan
Ketua Komisi D DPRD Malang minta pembaruan data bansos dan verifikasi lapangan usai reses di Polehan, agar b...
DPRD Madiun Pertanyakan SiLPA Rp154,79 Miliar di Tengah Efisiensi
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Madiun minta penjelasan kenaikan SiLPA APBD 2025 Rp154,79 miliar di tengah kebija...
Megawati Terima Grande Colar, Tegaskan Simbol Persahabatan RI-Timor-Leste
Megawati menerima Grande Colar di Dili (9 Juli 2026) dan menyebut penghargaan itu simbol persahabatan yang h...