Sri Untari: Hasto Tunjukkan Politik Berbasis Gagasan dan Disiplin
Politisi senior PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, memuji perjalanan kepemimpinan Hasto Kristiyanto sebagai buah dari proses belajar panjang dan konsistensi, bukan sekadar popularitas. Pernyataan itu disampaikan di Surabaya, Jumat (10/6/2026), bertepatan dengan momentum ulang tahun Hasto pada Juli. Untari menekankan bahwa politik yang bermakna dibangun lewat tradisi pikir, disiplin belajar, dan keteguhan memegang prinsip.
Perjalanan panjang, bukan langkah instan
Menurut Untari, capaian Hasto—dari aktivis menjadi Sekretaris Jenderal partai—lahir dari kebiasaan terus belajar dan memperkaya wawasan. Ia menilai gelar doktor dan ketekunan Hasto dalam mendalami berbagai disiplin ilmu adalah bagian dari pembangunan kualitas kepemimpinan.
"Mas Hasto adalah sosok yang sejak muda memilih jalan politik. Pilihan itu tidak dijalani secara instan, tetapi dibangun melalui proses belajar yang panjang dan konsisten,"
Disiplin organisasi dan tanggung jawab
Untari menekankan bahwa kapasitas intelektual harus berjalan seiring dengan loyalitas pada amanat organisasi. Ia memberi contoh konkret tindakan Hasto yang tetap menjalankan penugasan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mendaki gunung meski sedang mengalami cedera kaki.
"Bagi Mas Hasto, amanat adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan,"
Politik sebagai ruang pengabdian
Lebih jauh, Untari memperluas pembahasan ke makna politik. Baginya, politik tidak boleh dipersempit sebagai sekadar perebutan kekuasaan atau tolok ukur popularitas. Politik berharga jika dijalankan dengan gagasan, integritas, dan keberanian mempertahankan nilai yang diyakini.
Ia juga menyebut bahwa pemikiran Bung Karno dan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri menjadi rujukan nilai yang memengaruhi sikap tersebut. Nilai-nilai ini, menurut Untari, harus diterjemahkan dalam kerja politik sehari-hari, bukan hanya jadi bahan diskusi akademis.
Pesan untuk generasi politik
Dalam konteks dinamika politik nasional, Untari meyakini kebutuhan akan pemimpin yang terus belajar dan teguh pada prinsip semakin mendesak. Ia menilai Hasto memberi contoh penting tentang bagaimana politik dapat menjadi medium membangun karakter dan menyiapkan estafet kepemimpinan.
"Bagi saya, Mas Hasto menunjukkan bahwa politik bukan hanya soal memenangkan kontestasi, tetapi juga tentang menjaga gagasan, membangun karakter, dan tetap teguh pada nilai-nilai perjuangan,"
Kesimpulannya, pesan Untari menegaskan bahwa keberlanjutan politik bergantung pada kualitas gagasan, integritas pemimpin, dan komitmen terhadap pendidikan politik jangka panjang. Itu pula yang ia pandang sebagai warisan penting bagi generasi politik mendatang.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Warga Kasiman Sampaikan Aspirasi: Jalan, Drainase, dan Modal UMKM
Warga Kasiman mengeluhkan kondisi jalan, drainase, dan kurangnya akses modal UMKM saat reses DPRD Bojonegoro...
PDI Perjuangan Sendang Rampungkan Musran, Bentuk Pengurus Baru di 11 Desa
PDI Perjuangan Sendang rampungkan Musran dan Musranran pada 24 Agustus 2026, membentuk pengurus baru di 11 d...
Closing Soekarno Cup 2026 di GBT: Drone Bikin Megawati Terharu
Closing Soekarno Cup 2026 di GBT ditutup dengan pertunjukan drone yang membuat Megawati Soekarnoputri terhar...
Soekarno Cup 2026: Panggung di Jogging Track Jaga Rumput GBT
Panitia Soekarno Cup 2026 menempatkan panggung penutupan di jogging track GBT agar rumput tetap prima saat f...
Erix Gelar Reses di Bojonegoro, Warga Mendesak Perbaikan Jalan dan Bantuan Hukum
Erix Maulana menggelar reses di Bojonegoro (24/8/2026); warga minta perbaikan jalan dan akses bantuan hukum...
Soekarno Cup 2026: Talenta Akar Rumput Bersaing di Gelora Bung Tomo
Soekarno Cup 2026 di Surabaya menampilkan 16 tim dari seluruh nusantara, membuka peluang pemain akar rumput...