Nasional

Cegah Karhutla, PT SHJ Tanam Jagung Bersama Warga Muara Bengkal

Bagikan:

PT Surya Hutani Jaya (SHJ) bersama pemangku kepentingan menanam jagung di Desa Benua Baru, Muara Bengkal, Kutai Timur, pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan itu dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 hektare untuk mendukung ketahanan pangan dan mendorong pemanfaatan lahan tanpa pembakaran sebagai upaya pencegahan karhutla.

Detail program dan luasan lahan

Penanaman berlangsung di lahan petani bernama Kamili. Perusahaan menyediakan benih jagung hibrida, pupuk, dan sarana pengendalian gulma. Kegiatan ini melanjutkan budidaya jagung sebelumnya yang telah dikelola di lahan seluas sekitar 4,5 hektare.

Hasil panen dari budidaya sebelumnya direncanakan dipasarkan ke Bulog untuk mendukung ketersediaan pangan daerah, sehingga program tidak hanya bersifat subsisten tetapi juga berorientasi pasar.

Dukungan perusahaan dan manfaat ekonomi

District Manager Muara Bengkal PT SHJ, Budi Kuswanto, menyatakan program bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin membantu masyarakat memperoleh sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.”

Praktik ini memberi akses input produksi dan pendampingan teknis yang dapat menstabilkan penghasilan petani lokal.

Pencegahan karhutla lewat pemanfaatan lahan produktif

Budi menekankan bahwa pengelolaan lahan secara produktif menjadi bagian penting dari strategi pencegahan karhutla di tingkat tapak. Alih fungsi lahan menjadi area pertanian mengurangi insentif pembukaan dengan cara membakar.

Kapolsek Muara Bengkal AKP Rahmat Hartoyo menilai kolaborasi lintas pihak krusial untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga lingkungan.

“Tanam jagung bersama ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.”

Teknik budidaya dan pendampingan

Koordinator BPP Muara Bengkal, Rinto, menyampaikan bahwa penerapan teknik budidaya yang tepat dapat meningkatkan produktivitas tanaman jagung.

“Penggunaan benih unggul, pemupukan tepat, dan pendampingan teknis dapat meningkatkan produktivitas jagung.”

Rinto menambahkan bahwa pendampingan lapangan dan pengendalian hama yang baik akan menunjang keberhasilan musim tanam.

Partisipan dan harapan ke depan

Kegiatan dihadiri perwakilan Polsek Muara Bengkal, pemerintah kecamatan dan desa, BPP, PT SHJ, serta masyarakat setempat. Kepala Desa Benua Baru, Ahmad Benny, mengapresiasi dukungan perusahaan yang membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pertanian ramah lingkungan.

  • Lokasi: Desa Benua Baru, Muara Bengkal, Kutai Timur
  • Luasan lahan saat ini: ±1,5 hektare
  • Input: benih, pupuk, sarana pengendalian gulma

Sejumlah petani menyatakan apresiasi atas bantuan yang diberikan dan berharap hasil panen dapat meningkatkan pendapatan keluarga serta menginspirasi warga lain untuk mengelola lahan tanpa pembakaran.

Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang sebagai model pemberdayaan lokal yang sekaligus mengurangi risiko kebakaran lahan dan meningkatkan ketahanan pangan di tingkat daerah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait