Menko PMK Apresiasi Peran BPOM dalam Keamanan Obat dan Pangan
Menko PMK Pratikno memberi apresiasi kepada BPOM atas perannya menjaga keamanan, mutu, dan khasiat obat serta makanan. Pernyataan itu disampaikan pada Forum Menenun Kebijakan di Jakarta, Senin, 14 September 2026. Pratikno menegaskan pengawasan BPOM berjalan sejak hulu hingga produk sampai ke masyarakat, sekaligus mendorong kemandirian industri obat nasional.
Peran BPOM dari hulu sampai hilir
Pratikno menyatakan tugas BPOM tidak hanya mengawasi produk yang beredar. Pengawasan juga mencakup tahapan awal produksi dan pengembangan industri. Menurutnya, pengawasan yang menyeluruh penting untuk melindungi konsumen dan memastikan produk memenuhi standar.
"Apresiasi dan terima kasih kepada BPOM yang tugasnya sangat berat menjaga makanan dan obat masyarakat. Tugas ini bukan hanya di hilir, tetapi juga mulai dari hulu,"
— Pratikno
Kemandirian industri obat dan pemanfaatan kekayaan hayati
Menko PMK menyoroti ketergantungan Indonesia pada beberapa produk obat impor. Ia melihat situasi ini sebagai peluang untuk mengembangkan produk dalam negeri, terutama dengan memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia.
"Indonesia punya kekayaan hayati yang luar biasa dan itu menjadi modal sangat penting. Kekayaan tersebut harus dioptimalkan untuk pengembangan industri obat kita,"
— Pratikno
Pratikno menambahkan bahwa penguatan industri obat membutuhkan sinergi riset dan kemajuan teknologi kesehatan, termasuk perkembangan bioteknologi.
Dukungan kebijakan untuk UMKM
Kementerian UMKM menyambut baik kebijakan BPOM yang memberi ruang bagi usaha kecil berkembang. Staf Ahli Menteri UMKM, Reghi Perdana, menilai kebijakan itu mempermudah akses pasar bagi pelaku mikro.
"Dengan kemudahan registrasi, produk UMKM akan lebih mudah masuk ke pasar ritel modern. Mereka juga semakin terbuka masuk hotel hingga menjual produknya ke luar negeri,"
— Reghi Perdana
Langkah konkret yang disebutkan antara lain:
- Tarif nol rupiah untuk registrasi pangan olahan bagi pelaku usaha mikro.
- Penyederhanaan proses izin edar untuk membuka akses ke ritel dan ekspor.
Edukasi publik dan tantangan digital
Pratikno juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat. Perkembangan teknologi digital mempercepat distribusi informasi, termasuk promosi produk obat dan pangan. Oleh karena itu, kesadaran konsumen harus ditingkatkan agar memilih produk yang aman dan tepat.
"Kesadaran warga menjadi sangat penting sehingga edukasi kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Kita mengejar bukan hanya umur panjang, tetapi hidup sehat dan aktif lebih lama,"
— Pratikno
Penutup: keseimbangan antara proteksi dan pengembangan
Forum yang digelar BPOM mempertemukan berbagai pihak untuk menyelaraskan kebijakan perlindungan konsumen dan dukungan pertumbuhan industri. Ke depan, keseimbangan antara menjaga keamanan, mutu, dan khasiat produk serta mendorong kemandirian obat nasional menjadi fokus utama kebijakan kesehatan dan industri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...