Nasional

Paus Sperma Terdampar di Ternate, KKP Ungkap Hasil Identifikasi

Bagikan:
Bangkai paus sperma terdampar di Pantai Afe-Taduma sebelum pemindahan

Paus sperma ditemukan terdampar di pesisir Pantai Afe-Taduma, Kelurahan Afe-Taduma, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara. Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelesaikan identifikasi pada Senin, 14 September 2026 dan melaporkan kondisi bangkai serta ukuran morfometriknya.

Hasil identifikasi: jenis kelamin dan kondisi

Hasil pemeriksaan menunjukkan paus berjenis kelamin betina dengan kondisi pembusukan sedang. KKP mengkategorikan kondisi tersebut sebagai kode tiga dan mencatat pengelupasan pada kulit bagian luar.

"Hasil identifikasi menunjukkan paus sperma tersebut berjenis kelamin betina dengan kondisi pembusukan sedang. Kondisi tersebut dikategorikan dengan kode tiga, sementara kulit bagian luar telah mengalami pengelupasan," ujar Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi.

Data morfometrik

Tim melakukan pengukuran setelah menerima laporan masyarakat. Data berikut dicatat oleh tim KKP sebagai bagian dari proses identifikasi dan dokumentasi.

Parameter Ukuran
Panjang total 9,8 meter
Lingkar badan 6,6 meter
Panjang sirip dada 75 sentimeter
Panjang sirip punggung 40 sentimeter
Panjang ekor 2,8 meter

Kronologi penanganan di lapangan

Tim Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Satpel Sorong Wilker Ternate menerima laporan masyarakat pada Selasa, 8 September 2026. Setelah mendapat laporan, tim segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate serta instansi terkait untuk tindakan lebih lanjut.

Karena ukuran bangkai relatif besar, proses pemindahan dan penguburan dilakukan dengan bantuan alat berat berupa ekskavator. Ekskavator digunakan untuk memindahkan bangkai sekaligus menggali lubang penguburan di sekitar lokasi penemuan.

Peran masyarakat dan koordinasi lintas sektor

KKP menilai pelaporan cepat dari warga setempat penting untuk mempercepat proses identifikasi dan penanganan. Imam Fauzi memberi apresiasi atas respons pemerintah daerah dan masyarakat dalam kejadian ini.

"Kami sangat mengapresiasi jajaran Pemerintah Kota Ternate. Begitu juga, masyarakat yang sigap melaporkan kejadian ini," kata Imam Fauzi.

Setelah penguburan, tim melakukan pengecekan berkala di lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan aman dan lingkungan pesisir tetap terpantau. KKP menekankan bahwa sinergi antarinstansi dan partisipasi warga penting untuk penanganan mamalia laut terdampar secara cepat dan tepat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait