Susu UHT Diduga Sebabkan Keracunan di SD Medan, Dapur SPPG Ditutup
Medan: Pemeriksaan laboratorium menemukan indikator Staphylococcus aureus melebihi batas pada salah satu sampel susu UHT terkait dugaan keracunan pangan di SD Negeri 060870, Jalan Gunung Krakatau, Medan. Menyusul temuan itu, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara sejak 10 Oktober 2026.
Hasil laboratorium dan temuan BBPOM
Pemeriksaan awal di UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara melaporkan semua sampel negatif dari kontaminan kimia dan beberapa mikroorganisme yang diuji. Sampel yang diuji meliputi nasi, telur ceplok bumbu semur, sayuran, susu kemasan 110 ml, dan sampel muntahan pasien.
Namun pemeriksaan terpisah oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan pada lima kotak sampel susu UHT merek Greenfields rasa stroberi 110 ml menunjukkan hasil berbeda. Laporan BBPOM Nomor T-PP.01.01.3B.10.26.1534 (20 Oktober 2026) mencatat satu sampel Staphylococcus aureus sebesar 1 × 102 CFU/g, yang dinyatakan melampaui ambang batas mutu pangan siap saji menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
Kronologi kasus dan penanganan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr. Surya Pulungan, menyampaikan kasus bermula 9 Oktober 2026 ketika 17 siswa mengalami mual, muntah, dan kram perut sekitar 25 menit setelah mengonsumsi makanan dan produk susu dari program MBG yang disediakan SPPG Kota Medan Timur, Pulau Brayan II 3.
Seluruh siswa dirawat di Rumah Sakit Umum Pekerja Imelda Medan. Sebanyak 12 siswa menerima perawatan rawat jalan dan pulang pada hari yang sama. Lima siswa dirawat inap dan dinyatakan sembuh lalu pulang pada 11 Oktober 2026.
Langkah pengawasan dan sertifikat laik
Dinas Kesehatan melakukan surveilans epidemiologi di sekolah dan inspeksi kesehatan lingkungan di dapur SPPG pada 9 Oktober 2026. Petugas juga mengambil sampel makanan, susu, dan muntahan untuk pemeriksaan laboratorium.
Dari total 230 dapur SPPG yang tercatat di Kota Medan, 210 telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sepuluh dapur masih dalam proses dan belum beroperasi, sehingga masih ada 10 dapur yang belum menjalani pemeriksaan lapangan.
Ketua Tim Kerja P2PM, Edy Yusuf, menyebut ada tiga aspek utama penilaian SLHS:
- Kondisi gedung, sarana, dan prasarana dapur
- Kompetensi petugas, termasuk sertifikat pelatihan penjamah makanan
- Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan kelayakan makanan
Penilaian dinyatakan memadai jika SPPG mencapai minimal 80 persen dari ketiga aspek tersebut. Jika belum memenuhi, petugas memberi arahan perbaikan sebelum SLHS diterbitkan.
"Kalau tidak memenuhi dan abai akan itu, kami tidak akan terbitkan sesuai dengan standardisasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah."
Implikasi dan langkah berikutnya
Dinas Kesehatan menyatakan temuan BBPOM menjadi dasar koordinasi lebih lanjut dengan BBPOM Medan dan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Medan untuk mengevaluasi penggunaan produk susu kemasan dalam program MBG. Meski satu sampel susu menunjukkan angka Staphylococcus aureus melebihi ambang batas, penyebab pasti gejala pada siswa harus ditetapkan berdasarkan keseluruhan hasil investigasi epidemiologi dan laboratorium.
Penghentian operasional dapur dipandang sebagai langkah preventif untuk melindungi siswa hingga evaluasi dan perbaikan dipastikan memadai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Taput Tegaskan Peran Strategis Guru saat Pelantikan PGRI 2026
Bupati Tapanuli Utara menekankan peran strategis guru dalam penguatan SDM dan karakter saat pelantikan pengu...
Sekolah Rakyat dan P2K2 Diperkuat untuk Tingkatkan Kesejahteraan Sergai
Diseminasi Program Prioritas Presiden 2026 di Sekolah Rakyat Sergai perkuat Sekolah Rakyat dan P2K2 untuk me...
Bobby Nasution Dukung IPDN, Namun Anggaran Sumut Diketatkan
Gubernur Sumut Bobby Nasution siap dukung IPDN saat bertemu Rektor Halilul Khairi, namun dukungan dibatasi k...
Investasi Sumut Capai Rp37 T hingga Triwulan III 2026
Realisasi investasi Sumut hingga Q3 2026 tercatat Rp37 triliun dengan serapan 64.656 tenaga kerja; industri...
Izin Usaha Sumut Belum Tercapai: 499 Izin Tertunda
Pemprov Sumut baru menerbitkan 1.337 dari target 1.836 izin hingga 21 Oktober; 20 daerah belum memiliki atur...
Pemuda Pancasila Sumut Targetkan 100.000 Pohon Lewat Tobat Ekologis
Pemuda Pancasila Sumut meluncurkan 'Tobat Ekologis' dengan target menanam 100.000 pohon di seluruh kabupaten...