Nasional

Susilo ke UBISA Perkuat Jejaring Pusat Studi Kepolisian

Bagikan:

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bergabungnya Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo ke Universitas Bima Sakapenta (UBISA) memperkuat jejaring Pusat Studi Kepolisian dan kolaborasi antara Polri dan perguruan tinggi. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Jejaring dan capaian saat ini

Dedi mengatakan Susilo menjadi penggerak utama pembangunan jejaring akademik Polri. Hingga kini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong pada 79 perguruan tinggi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 40 pusat studi sudah beroperasi, lima memasuki tahap penandatanganan kerja sama, dan 34 lainnya masih dalam proses.

Angka-angka ini menunjukkan perluasan akses kerja sama antara institusi kepolisian dan kampus. Namun menurut Dedi, fokus utama bukan sekadar kuantitas.

"Kehadiran beliau akan memperkuat kolaborasi Polri dan pendidikan tinggi di Indonesia. Jejaring Pusat Studi Kepolisian juga akan berkembang bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta,"

Prioritas kualitas riset dan inovasi

Dedi menegaskan bahwa pengembangan pusat studi harus mendatangkan hasil nyata. Kerja sama diharapkan menghasilkan riset, inovasi, dan rekomendasi yang meningkatkan pelayanan kepolisian kepada publik.

"Pusat studi menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana, kita mengharapkan riset berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan keamanan,"

Jejaring itu juga diarahkan membangun ekosistem ilmu kepolisian yang terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan menjadi mitra strategis dalam mengembangkan pemolisian berbasis bukti, termasuk menghadapi tantangan digital.

Motivasi Susilo dan harapan UBISA

Irjen Susilo menjelaskan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat mendukung berkembangnya kampus. Ia melihat peran penting perguruan tinggi dalam membentuk sumber daya manusia dan peradaban.

"Mendukung perguruan tinggi bertumbuh berarti ikut menanam benih masa depan bangsa. Kampus melahirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan nasional,"

Susilo menambahkan bahwa pembangunan perguruan tinggi besar membutuhkan waktu dan kerja bersama. Ia menekankan pentingnya gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi pendidik, serta dukungan pemerintah dan mitra strategis.

Di UBISA, kehadiran Susilo disambut oleh jajaran yayasan, rektorat, Program Studi Hukum, dan sivitas akademika. Rektor UBISA berharap pengalaman dan jejaring Susilo memberi energi baru bagi perkembangan universitas untuk menghasilkan lulusan berkualitas dan berkarakter.

Dampak dan prospek ke depan

Kolaborasi ini membuka ruang lebih luas bagi sinergi antara Polri dan perguruan tinggi. Penguatan jejaring akademik dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan kepolisian yang berbasis pengetahuan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Semakin kuat kolaborasi kampus, semakin kokoh fondasi transformasi pelayanan Polri,"

Dengan bergabungnya figur akademik dan praktisi seperti Susilo, upaya mengintegrasikan pengalaman lapangan dan kajian ilmiah diharapkan semakin nyata. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat riset dan inovasi dalam tata kelola keamanan nasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait