Nasional

Srikandi Forensik Sumy Hastry: Deretan Kasus Besar yang Ditangani

Bagikan:
Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Srikandi Forensik Indonesia

Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti dikenal sebagai srikandi forensik Indonesia. Ia adalah perempuan pertama yang menyandang gelar dokter forensik di Tanah Air. Selama kariernya ia menangani identifikasi korban bencana, kecelakaan pesawat, dan kasus pembunuhan yang berdampak luas.

Profil singkat

Hastry merupakan lulusan SEPA Polri 1998 dan berpengalaman di bidang Kedokteran Kepolisian. Jabatan terakhirnya tercatat sebagai Tenaga Dokkes Investigasi Kepolisian Utama Tingkat II Pusdokkes Polri. Ia telah berkiprah selama dua puluh empat tahun sebagai dokter forensik.

Peran dan tugas

Peran Hastry sering bekerja di balik layar, namun dampaknya nyata bagi keluarga korban dan proses penegakan hukum. Ia bertanggung jawab pada identifikasi jenazah, pemeriksaan forensik, dan dukungan teknis bagi penyelidikan kepolisian. Keahliannya memberi kepastian identitas korban dalam situasi paling sulit.

Kasus besar yang pernah ditangani

Berikut adalah daftar kasus besar yang tercatat dalam karier Sumy Hastry. Daftar ini mencerminkan jenis kejadian yang sering menjadi tanggung jawab dokter forensik di institusi kepolisian.

  • Identifikasi korban Bom Bali I (2002)
  • Identifikasi korban Lion Air crash – Solo (2004)
  • Identifikasi korban bom Kedutaan Besar Australia di Jakarta (2004)
  • Kecelakaan pesawat Mandala di Medan (2005)
  • Identifikasi korban Bom Bali II (2005)
  • Identifikasi teroris Wonosobo (2006)
  • Bencana gempa bumi Yogyakarta (2006)
  • Identifikasi korban kapal KM Senopati Nusantara (2006)
  • Gempa dan tsunami Aceh (2006)
  • Identifikasi korban Garuda air crash –
  • Identifikasi korban jatuhnya pesawat CASA C-212 TNI AU – Bogor (2008)
  • Identifikasi korban jatuhnya pesawat Hercules TNI AU – Madiun (2009)
  • Bom Hotel JW Marriott, Jakarta (2009)
  • Identifikasi jenazah teroris Noordin M. Top (2009)
  • Tim DVI briefing bush fire Melbourne, Sep (2009)
  • Gempa bumi Padang, Sumatera Barat (2009)
  • Identifikasi teroris Dulmatin (2010)
  • Identifikasi korban laka KA Pemalang (2010)
  • Identifikasi korban longsor Wonosobo (2011)
  • Identifikasi korban kapal tenggelam imigran gelap (2011)
  • Kecelakaan pesawat Sukhoi SSJ100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat (2012)
  • Kecelakaan pesawat Hercules TNI AU di Medan, Sumatera Utara (2015)
  • Identifikasi korban pesawat Malaysia Airlines MH17 (2014)
  • Identifikasi korban pesawat AirAsia QZ8501 (2014)
  • Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang (2021)
  • Kasus pembunuhan perempuan hamil di Tegal (2023)

Implikasi dan penutup

Jejak karier Hastry menunjukkan pentingnya kehadiran spesialis forensik dalam proses hukum dan penanganan bencana. Identifikasi yang akurat membantu keluarga mendapatkan kepastian dan mendukung proses peradilan. Keberadaan dokter forensik perempuan seperti Hastry juga membuka jalan bagi keterlibatan lebih banyak perempuan di bidang ini.

Pengalaman panjang dan keterlibatan pada banyak kasus besar menegaskan peran strategis kedokteran kepolisian dalam merespons krisis dan tindak kejahatan. Peran tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring kebutuhan teknis identifikasi dan investigasi forensik yang meningkat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait