BMKG Peringatkan Dampak Siklon Tropis Haishen pada Cuaca
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait pengaruh Siklon Tropis Haishen terhadap cuaca dan kondisi perairan Indonesia pada Dasarian II Juli 2026. Sebagian besar wilayah diprakirakan masih berstatus musim kemarau, namun dinamika atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby berpotensi memicu hujan lokal dan gelombang tinggi di sejumlah daerah.
Prakiraan curah hujan
BMKG memprakirakan sekitar 91,45% wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah (kurang dari 50 mm per dasarian). Sekitar 8,52% diperkirakan bercurah hujan menengah, dan 0,03% berpotensi curah hujan tinggi.
Wilayah yang tercatat berpotensi mengalami curah hujan rendah antara lain:
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
Fenomena atmosfer yang memengaruhi
BMKG mencatat beberapa gelombang atmosfer aktif yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan. Gelombang Kelvin diperkirakan melintasi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.
Selain itu, Gelombang Ekuatorial Rossby bergerak ke arah barat dan aktif di wilayah:
- Nusa Tenggara Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Sumatra bagian tengah hingga selatan
- Sulawesi bagian tengah dan selatan
Kedua fenomena ini dapat meningkatkan peluang hujan lokal dengan intensitas bervariasi meski musim kemarau masih dominan.
Dampak Siklon Tropis Haishen dan peringatan kelautan
BMKG melaporkan bibit Siklon Tropis 97W telah berkembang menjadi Siklon Tropis Haishen. Sistem ini diperkirakan memberi dampak tidak langsung pada cuaca di wilayah timur Indonesia.
Dampak yang diprediksi antara lain peningkatan potensi hujan sedang di sebagian wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Selain itu, kegiatan di perairan harus meningkatkan kewaspadaan karena potensi gelombang laut tinggi.
BMKG memperingatkan kemungkinan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter di perairan:
- Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud
- Laut Maluku bagian utara
- Samudra Pasifik di utara Maluku
Siklon Haishen juga membentuk area konvergensi dan konfluensi di Laut Sulawesi, perairan utara Papua, dan sekitar pusat sirkulasinya. Kondisi ini dapat memperkuat pertumbuhan awan hujan di jalur tersebut.
Imbauan bagi masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru. Warga di daerah yang berpotensi mengalami hujan lokal atau gelombang tinggi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba.
Perahu dan aktivitas kelautan di wilayah terdampak disarankan menunda kegiatan bila kondisi membahayakan. Pantauan cuaca berkala penting untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat siklon dan dinamika atmosfer lainnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...