Purbaya Perkuat Akurasi Bansos dan Subsidi lewat Integrasi Data
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah memperkuat ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan subsidi melalui pemutakhiran serta integrasi data penerima manfaat secara berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Fokus pada kualitas data penerima manfaat
Purbaya menegaskan kualitas data menjadi fokus utama perbaikan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Menurutnya, upaya itu sejalan dengan pandangan beberapa fraksi DPR yang menyoroti kebutuhan peningkatan ketepatan program perlindungan sosial.
Langkah yang ditempuh bertujuan mengurangi tumpang tindih penerima dan meminimalkan kesalahan penyaluran. Dengan data yang lebih akurat, subsidi dan bansos diharapkan sampai ke masyarakat yang benar-benar berhak.
Langkah teknis yang dilakukan
Pemerintah telah menerapkan serangkaian langkah untuk meningkatkan akurasi penyaluran. Purbaya merinci upaya tersebut meliputi:
- pemutakhiran data penerima;
- pemadanan (matching) antar basis data;
- integrasi data sosial ekonomi secara berkala.
Menurut Purbaya, langkah-langkah ini dilaksanakan untuk memperkuat kualitas data penerima manfaat sehingga penyaluran program menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Dukungan parlemen dan harmonisasi regulasi
Purbaya menyampaikan apresiasi atas pandangan Fraksi PKS, PKB, dan Partai Demokrat yang menekankan ketepatan sasaran bansos. Ia juga menanggapi usulan Fraksi NasDem terkait harmonisasi regulasi penggunaan data.
"Pemerintah mengapresiasi pandangan Fraksi PKS, Fraksi PKB, dan Fraksi Partai Demokrat. Agar penyaluran bantuan sosial dan subsidi dijaga dan dipastikan ketepatan sasarannya,"
"Pemerintah juga sependapat dengan rekomendasi Fraksi Partai NasDem agar dilakukan harmonisasi dan penyelarasan regulasi. Yang mewajibkan seluruh instansi menggunakan DTSEN sebagai sumber rujukan tunggal,"
DTSEN sebagai rujukan terpadu
Pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan DTSEN sebagai rujukan terpadu untuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program perlindungan sosial. Penggunaan satu sumber data diharapkan meningkatkan konsistensi antarinstansi dan mempermudah proses verifikasi penerima.
Dengan mengintegrasikan data secara berkala dan mensinergikan regulasi, pemerintah berharap penyaluran bansos dan subsidi dapat lebih tepat manfaat serta mendukung kebijakan fiskal yang lebih efektif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...