Lokal

SUCOFINDO Resmikan Sumur Bor Air Bersih di Aceh Besar

Bagikan:
Peresmian sumur bor air bersih di Gampong Lambleut, Aceh Besar

KOTA JANTHO — Pada Selasa (2/6) PT SUCOFINDO (Persero) meresmikan sumur bor air bersih di Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar. Peresmian ini bagian dari program peringatan HUT ke-70 SUCOFINDO bertema Mengabdi, Jaga Air Bersih untuk Negeri, hasil kolaborasi SUCOFINDO bersama ABPEDNAS dan Kejaksaan RI.

Peresmian dan pelaksana kegiatan

Acara dihadiri pejabat daerah, jajaran komisaris dan direksi SUCOFINDO, serta perwakilan ABPEDNAS dan Kejaksaan. Sumur bor ini dibangun untuk memperluas akses air layak konsumsi bagi warga Gampong Lambleut.

Latar belakang dan inisiatif

Komisaris Independen PT SUCOFINDO, Mahatma Gandhi, menyatakan bantuan muncul setelah pihak perusahaan menerima proposal dari almarhum Keuchik Gampong Lambleut, Bahrunnazar. Proposal itu mengungkap kondisi kualitas air yang kurang layak konsumsi di lokasi.

Air merupakan sumber kehidupan. Ketika kami menerima proposal tersebut dan mengetahui kondisi kualitas air di lokasi yang kurang layak konsumsi, kami tergerak untuk merealisasikan bantuan ini

Mahatma menambahkan bahwa pembangunan sumur ini adalah bagian inisiatif SUCOFINDO untuk membangun 70 sumur di berbagai daerah dalam rangka HUT ke-70. Pemilihan lokasi berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Dampak lokal dan harapan pemerintah daerah

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi SUCOFINDO. Ia berharap fasilitas ini menjadi amal jariyah dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SUCOFINDO atas bantuan sumur bor ini untuk masyarakat Gampong Lambleut. Ini merupakan hadiah yang luar biasa

Bupati menjelaskan kondisi geografis Aceh Besar yang luas — sekitar 3.000 km2 dengan 604 gampong — serta ketergantungan masyarakat pada sektor pertanian yang sering terdampak kekeringan saat musim kemarau. Ia mencatat layanan PDAM baru menjangkau sekitar 38 persen penduduk, sehingga banyak warga masih menggunakan air yang kurang layak.

Jangan sampai menimbulkan konflik. Gunakan air ini dengan bijak, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pertanian

Peran ABPEDNAS dan pengawasan

Perwakilan ABPEDNAS, Teuku Fadli, menyampaikan bahwa program ini masuk dalam gerakan nasional yang dikawal ABPEDNAS bersama Kejaksaan RI. Ia menegaskan peran badan permusyawaratan desa (dikenal Tuha Peut di Aceh) untuk dilibatkan dalam pengawasan program strategis ke depan.

Di Aceh, Badan Permusyawaratan Desa dikenal dengan sebutan Tuha Peut. Ke depan, seluruh anggota Tuha Peut akan dilibatkan sebagai bagian dari ABPEDNAS dalam fungsi pengawasan program strategis nasional

Pesan penutup dan pemeliharaan fasilitas

Pihak SUCOFINDO meminta masyarakat menjaga fasilitas ini agar manfaatnya berkelanjutan. Selain itu, pemerintah daerah membuka diri untuk kolaborasi skala lebih besar, seperti pembangunan waduk dan infrastruktur penampungan air, guna menjamin ketersediaan air di masa depan.

Turut hadir antara lain komisaris dan direksi SUCOFINDO, Kepala Unit TJSL SUCOFINDO, perwakilan Kejati Aceh, Kadis DPMG Aceh Besar, unsur Forkopimcam, Ketua Forum Keuchik, perwakilan PDAM, serta tokoh dan masyarakat Gampong Lambleut.

  • Komisaris Independen: Mahatma Gandhi
  • Direktur Komersial: Agus Permadi
  • Perwakilan ABPEDNAS: Teuku Fadli
  • Pejabat daerah: Bupati H. Muharram Idris

Program pembangunan sumur bor ini dimulai dari Aceh dan diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain sebagai bagian dari upaya memperkuat akses air bersih nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait