Bobby Nasution Minta Intervensi Terpusat untuk Berantas Narkoba Sumut
Medan — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut memperkuat kolaborasi dan melakukan intervensi terpusat guna menekan peredaran narkotika. Pernyataan itu disampaikan saat audiensi dengan Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, pada Selasa, 2 Juni, di Kantor Gubernur Sumut.
Permintaan intervensi terpusat dan dukungan anggaran
Bobby meminta fokus penanganan diarahkan pada daerah yang menjadi titik masuk dan pusat peredaran narkoba. Pemerintah Provinsi Sumut menyatakan siap mendukung secara anggaran agar penanganan dapat dilakukan secara serius dan tuntas.
“Pada pertemuan ini, saya ingin adanya kolaborasi kuat dalam penuntasan narkoba. Saya minta kita lakukan intervensi secara terpusat, khususnya difokuskan pada beberapa daerah yang menjadi titik masuk utama dan pusat peredaran narkoba,”
Gubernur juga menegaskan permintaan program konkret dari BNNP. Pemprov akan berupaya membantu anggaran
Data pengguna dan faktor penyebab
Kepala BNNP Sumut melaporkan bahwa Sumatera Utara masih menempati peringkat pertama nasional untuk jumlah pengguna narkoba. Dari total penduduk sekitar 15 juta, diperkirakan 10 persen telah menjadi pengguna, atau sekitar 1,5 juta orang.
“Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen yang menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa,”
Tatar menjelaskan tingginya angka disebabkan faktor geografis Sumut sebagai jalur masuk narkotika dan kedekatannya dengan titik rawan penyelundupan di bagian selatan. Ia juga menyebutkan tren usia pengguna yang semula didominasi usia produktif 15–45 tahun kini mulai merambah anak sekolah.
Langkah pemerintah daerah dan kendala BNNP
Pemprov Sumut akan memperbanyak kegiatan masyarakat dan program positif di daerah rawan. Selain itu, edukasi antinarkoba akan disisipkan dalam setiap kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.
Meski demikian, BNNP menghadapi keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten untuk penanganan masif dan kendala anggaran. Bobby mengakui hambatan tersebut dan menekankan perlunya dukungan bersama.
Target dan prospek ke depan
BNNP tetap fokus menekan peredaran di pintu masuk utama dan wilayah pedesaan. Menurut laporan, upaya ini mulai menunjukkan hasil dengan penurunan angka peredaran di beberapa wilayah.
Ke depan, kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi dan menyusun program konkret yang dapat segera diimplementasikan. Langkah ini dimaksudkan untuk menyelamatkan generasi muda dan mengurangi aksesibilitas narkoba di daerah rawan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Petstival Kemerdekaan 2026 Medan: Pameran dan Lomba Hewan Peliharaan
YA.TEAM menggelar Petstival Kemerdekaan 2026 di Medan, 15-17 Agustus, dengan pameran, lomba hewan, edukasi,...
Ahli Sebut Audit Tak Standar pada Sidang Korupsi Inalum
Dua ahli dari penasihat hukum menilai penahanan Dante dan laporan audit kasus penjualan aluminium Inalum bel...
CCTV Rekam 100 Geng Motor Serang Rumah di Medan Labuhan
CCTV merekam ratusan geng motor menyerang rumah warga di Pekan Labuhan, Medan Labuhan; pemilik melapor ke Po...
Polda Sumut Tangkap 4 Pengedar 'Vape Getar', Sita Ratusan Liquid
Polda Sumut menangkap empat pengedar 'Vape Getar' di Medan dan menyita ratusan liquid diduga mengandung etom...
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan akibat Kelangkaan Semen
Pemprov Sumut memperketat pengawasan distribusi semen setelah laporan kelangkaan dan kenaikan harga; koordin...
HMI: Program MBG di Labuhanbatu Carut-marut, SPPG Banyak Tak Beroperasi
HMI Labuhanbatu Raya menilai program MBG carut-marut: SPPG banyak belum beroperasi, data penerima tak akurat...