Ekonomi

Menkeu Suahasil Tegaskan Efisiensi APBN Bukan Sekadar Potong Anggaran

Bagikan:
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan kebijakan efisiensi APBN

Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara, menyatakan akan melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran di Kementerian Keuangan. Pernyataan itu disampaikan usai ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin, 14 September 2026. Menurut Suahasil, efisiensi adalah bagian integral dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Efisiensi sebagai bagian APBN

Suahasil menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar memangkas belanja. Ia memaknai efisiensi sebagai pemanfaatan anggaran agar menghasilkan output yang nyata dan dirasakan masyarakat. Pendekatan ini menempatkan hasil program sebagai ukuran utama keberhasilan pengelolaan belanja negara.

Efisiensi itu adalah bagian dari gerak APBN. Jadi APBN itu ada penerimaan, ada belanja, dan ada pembiayaan.

Output maksimal dari belanja

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan fokusnya pada kualitas belanja. Ia ingin belanja negara diarahkan pada kegiatan yang efisien namun tetap menghasilkan output sesuai perencanaan. Dengan demikian, belanja yang ada dapat memberikan manfaat optimal bagi publik.

Dibagian belanja, kita selalu berusaha mencari belanja yang lebih efisien tapi menghasilkan output, sesuai dengan direncanakan. Jadi dengan output yang ada, dengan belanja yang ada menghasilkan output yang maksimal, ini adalah bentuk efisiensi dari APBN.

Jadi efisiensi itu bukan hanya sekedar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang output yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat.

Kesehatan dan kredibilitas keuangan negara

Suahasil berjanji menjaga kesehatan fiskal dan kredibilitas APBN agar pemerintah tetap mampu menjalankan program-program prioritas Presiden. Ia menyebutkan bahwa arahan tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo. Menjaga kredibilitas berarti membuat APBN dapat dipercaya oleh publik dan pasar.

Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut. APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel, APBN itu harus dapat dipercaya.

Komunikasi publik sebagai penopang kredibilitas

Selain kebijakan fiskal, Suahasil menekankan pentingnya komunikasi publik yang konsisten. Ia mengatakan bahwa kredibilitas APBN tidak hanya dibangun lewat angka dan kebijakan, tapi juga melalui penjelasan yang jelas kepada masyarakat.

Saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya. Komunikasi publik yang dapat dipercaya.

Dengan penegasan itu, pemerintahan baru menyiratkan arah pengelolaan keuangan negara yang menekankan hasil dan kepercayaan publik, selain kontrol fiskal. Implementasi kebijakan ini akan menjadi pengukur utama dalam beberapa bulan mendatang.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait