Mendag Minta Bulgaria Dukung Implementasi I-EU CEPA Awal 2027
Menteri Perdagangan RI Budi Santoso meminta Bulgaria mendukung pelaksanaan I-EU CEPA pada awal 2027. Permintaan itu disampaikan saat pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi Bulgaria Alexander Poulev di Jakarta, Senin, 14 September 2026.
Pertemuan dan inti permintaan
Pada pertemuan bilateral tersebut, Budi menekankan perlunya percepatan implementasi perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa. Ia menyatakan dukungan Bulgaria penting agar manfaat I-EU CEPA segera dirasakan kedua pihak.
"Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria telah berlangsung selama 70 tahun. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dan investasi," ujar Budi di Jakarta.
Bulgaria sebagai gerbang ke Eropa Tenggara
Budi menyebut Bulgaria berpotensi menjadi pintu masuk produk Indonesia menuju pasar Eropa Tenggara. Oleh sebab itu, implementasi awal I-EU CEPA pada 2027 dianggap dapat membuka akses dan mempermudah arus barang.
Ajakan ke Trade Expo Indonesia 2026
Selain permintaan dukungan, Budi mengundang pelaku usaha Bulgaria untuk berpartisipasi di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Pameran itu dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten.
"Kami mengundang pelaku usaha Bulgaria untuk datang ke TEI 2026. Buyer Bulgaria dapat menemukan produk-produk unggulan Indonesia dan menjajaki peluang bisnis yang muncul," ujar Budi.
Respon Bulgaria dan sektor potensial
Wakil Perdana Menteri Poulev menyambut baik inisiatif penguatan kerja sama ekonomi. Ia menilai hubungan diplomatik lama bisa menjadi fondasi memperluas perdagangan dan investasi.
"Indonesia merupakan salah satu negara sahabat diplomatik tertua dari Bulgaria. Kami ingin hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dapat makin kuat," ujar Poulev.
Poulev menyatakan Bulgaria mendukung rencana implementasi I-EU CEPA dan menawarkan peluang pada sektor pangan, teknologi satelit, dan logistik. Ia juga melihat potensi kerja sama di bidang pertanian, komponen otomotif, serta produk daging yang membutuhkan pemenuhan persyaratan halal.
Rencana Joint Commission dan data perdagangan 2025
Poulev mengundang Indonesia mengaktifkan kembali Joint Commission for Economic Cooperation (JEC) pada semester pertama 2027. Menurutnya, JEC dapat mempercepat realisasi komitmen strategis kedua negara.
| Keterangan | Nilai (USD) |
|---|---|
| Total perdagangan 2025 | 230,8 juta |
| Surplus bagi Indonesia | 64,2 juta |
| Ekspor Indonesia ke Bulgaria | 147,4 juta |
| Impor Indonesia dari Bulgaria | 83,1 juta |
Komoditas utama
Produk ekspor utama Indonesia ke Bulgaria antara lain:
- Bijih nikel dan konsentrat
- Aluminium tidak ditempa
- Produk besi atau baja bukan paduan
- Margarin
Produk impor utama dari Bulgaria meliputi:
- Gandum dan meslin
- Instrumen medis
- Komoditas rempah
- Senjata militer dan tembakau belum dipabrikasi
Penguatan implementasi I-EU CEPA dan pengaktifan kembali JEC pada 2027 diharapkan mempercepat akses pasar serta meningkatkan nilai perdagangan bilateral. Langkah selanjutnya adalah koordinasi teknis kedua pemerintahan untuk menyelesaikan persyaratan implementasi dan memfasilitasi partisipasi pelaku usaha kedua negara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...