STIK Perkuat Deteksi Dini Kamtibmas Berbasis Komunitas Digital
STIK Lemdiklat Polri meluncurkan program STIK Mengabdi untuk memperkuat deteksi dini gangguan kamtibmas melalui sistem komunitas digital. Kegiatan berlangsung 25–28 Agustus 2026 di kawasan Palembang dan Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dengan tujuan mempercepat pelaporan dan mitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Program dan tujuan
Program ini melibatkan masyarakat, aparat kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah. Fokus utama adalah meningkatkan kemampuan komunitas mendeteksi dan merespons potensi gangguan keamanan sejak tahap awal, terutama saat terjadi darurat karhutla yang dapat mengancam keselamatan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
Sistem komunitas digital
STIK memperkenalkan pola komunikasi berbasis komunitas digital untuk mempercepat alur informasi. Sistem dirancang agar warga dapat melakukan pelaporan awal, bertukar informasi, dan berkoordinasi cepat ketika tanda-tanda ancaman muncul.
Menurut pimpinan STIK, teknologi menjadi alat utama, tetapi keterlibatan warga tetap menjadi kunci keberhasilan.
"Teknologi digital menjadi instrumen untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi. Namun, keterlibatan masyarakat juga penting karena mereka paling dekat dengan lingkungan," ujar Irjen Pol. Eko Rudi Sudarto.
Edukasi lintas unsur
Penguatan deteksi dini dipadukan dengan paket edukasi bagi unsur kepolisian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah. Materi meliputi pengenalan tanda bahaya karhutla, prosedur pelaporan, serta cara berkoordinasi dalam sistem komunitas digital.
"Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan respons ketika kejadian sudah berlangsung. Kita perlu memperkuat jejaring komunikasi dan kemampuan masyarakat mengenali potensi gangguan sejak dini," tambah Eko.
Tim pelaksana dan pemberdayaan
Kegiatan dilaksanakan tim dosen STIK dengan latar belakang akademik dan kepolisian. Mereka memberikan edukasi, penguatan kapasitas, dan pemberdayaan komunitas sebagai ujung tombak sistem deteksi.
- Prof. Lindrianasari
- Dr. Yudhi Hery Setiawan
- Erick Hermawan
- Rahmadsyah Lubis
Keberadaan tim akademisi dan praktisi bertujuan menerjemahkan ilmu kepolisian menjadi langkah nyata di lapangan.
Prospek dan perluasan
STIK berharap model STIK Mengabdi ini menjadi kolaborasi berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain sesuai karakter ancaman setempat. Pendekatan gabungan teknologi dan partisipasi masyarakat dinilai efektif untuk membangun masyarakat yang sadar risiko dan responsif.
Dengan peningkatan kapasitas komunikasi komunitas dan kesiapan lintas unsur, upaya pencegahan gangguan kamtibmas, termasuk mitigasi karhutla, diharapkan menjadi lebih cepat dan terkoordinasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...