Lokal

STAIN Madina Wisudakan 519 Sarjana dalam Sidang Senat Terbuka

Bagikan:
Wisuda 519 mahasiswa STAIN Mandailing Natal di Student Center Pidoli Lombang

Mandailing Natal — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal mewisudakan 519 mahasiswa dari 20 program studi dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana yang digelar di Student Center, Komplek Pendidikan STAIN, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (31/10). Upacara ini menandai kelulusan angkatan ke-8 setelah proses akademik dan doa panjang bagi para lulusan.

Kehadiran pejabat dan tamu undangan

Prosesi wisuda dihadiri sejumlah tokoh daerah dan nasional. Tampak hadir Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution, Ketua Dewan Penyantun STAIN Komjen Pol (Purn) Drs. Saud Usman Nasution, anggota DPRD Sumatera Utara H. Aswin Parinduri, serta mantan Bupati H. Dahlan Hasan Nasution.

Hadir pula Ketua STAIN Madina, Dr. Mara Samin Lubis, yang memimpin jalannya sidang senat. Kehadiran para pejabat tersebut memberi bobot pada momentum kelulusan dan pengukuhan peran lulusan di masyarakat.

Pesan Ketua STAIN: ilmu sebagai amanah

Ketua STAIN Madina, Dr. Mara Samin Lubis, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan 519 mahasiswa. Ia menekankan bahwa gelar bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan amanah yang harus dipikul dengan tanggung jawab moral.

"Ananda tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi mengemban amanah sebagai cendekiawan muslim,"

Dr. Mara Samin mengingatkan para wisudawan agar tidak memandang ilmu sebagai sarana kesombongan. Ia berharap lulusan menjadi pelopor yang mengintegrasikan pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, menjaga adab, dan memberi manfaat bagi umat.

"Tampillah sebagai penyejuk, pembawa solusi, dan representasi Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam,"

Arahan Bupati: kesiapan menghadapi tantangan teknologi

Bupati H. Saipullah Nasution menyoroti cepatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang mengubah cara belajar, bekerja, dan berinteraksi. Ia meminta lulusan meneruskan semangat belajar sepanjang hayat.

"Gelar sarjana harus diikuti dengan kemauan untuk terus belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi,"

Saipullah juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak mengikis jati diri dan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, iman dan akhlak tetap menjadi kompas utama dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan.

"Gelar sarjana bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah. Jadilah pribadi yang rendah hati meskipun berilmu tinggi,"

Implikasi bagi pembangunan daerah

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa percepatan pembangunan Mandailing Natal tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Kualitas, karakter, dan daya saing sumber daya manusia menjadi penentu utama.

Dengan lulusan yang berpengetahuan dan berakhlak, kampus berharap kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan lokal. Para wisudawan diharapkan menerapkan ilmu demi kemaslahatan umat dan peningkatan kesejahteraan daerah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait