Lokal

20 Siswa SMP Kunjungi Kantor Wali Kota Medan, Duduk di Kursi Wali Kota

Bagikan:
20 siswa SMP saat kunjungan ke Kantor Wali Kota Medan untuk belajar sejarah dan pemerintahan

Medan — Tiga siswa SMP yang terpilih sebagai Wali Kota Pelajar, Wakil Wali Kota Pelajar, dan Sekda Pelajar merasakan pengalaman memimpin saat berkunjung ke Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/10). Kunjungan ini bagian dari program Pembelajaran Pemerintah Cilik Berbasis Pengenalan Cagar Budaya yang diikuti 20 siswa.

Kegiatan dan suasana kunjungan

Wali Kota Medan, Rico Waas, memberi kesempatan kepada para siswa untuk duduk di kursi yang biasa ia gunakan saat memimpin rapat. Langkah ini dimaksudkan agar peserta merasakan langsung suasana kepemimpinan pemerintahan kota.

Kegiatan dihadiri pula oleh Asisten Administrasi Umum Laksamana Putra Siregar dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Medan Ahmad Barli Mulia Nasution.

Pengenalan sejarah Balai Kota dan cagar budaya

Rico membuka penjelasan dengan sejarah gedung Balai Kota. Menurutnya, gedung itu dibangun sekitar 1989 dan mulai difungsikan pada 1990. Sebelumnya, kantor wali kota berkantor di gedung bersejarah Grand City Hall bersama Sekretaris Daerah.

Selanjutnya, ia memperkenalkan sejumlah bangunan bersejarah yang menjadi identitas Kota Medan. Bangunan tersebut antara lain:

  • Bank Indonesia
  • Kantor Pos yang kini menjadi Pos Bloc
  • Kawasan Kesawan
  • Rumah Tjong A Fie
  • London Sumatera
  • Istana Maimun
  • Masjid Raya Al-Mashun
  • Taman Sri Deli

"Fungsinya bisa kita lihat sebagai sebuah bangunan monumental yang menjadi daya tarik dan yang kedua menjadi identitas kota ini,"

Pengenalan tata kelola pemerintahan

Selain sejarah, para siswa mendapat penjelasan tentang pembagian tugas perangkat daerah. Rico menerangkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan bertanggung jawab untuk pendidikan PAUD, TK, SD, hingga SMP, sedangkan pendidikan SMA menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Ia juga menjelaskan sumber pendapatan daerah, termasuk pajak, serta alur pengelolaan anggaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban.

"Setiap tahunnya Pemerintah Kota Medan juga harus membuat laporan tentang apa yang sudah dibangun. Lalu diperiksa oleh siapa? Badan Pemeriksa Keuangan,"

Rico menegaskan pentingnya pemeriksaan untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan anggaran.

Penutup: pesan untuk generasi muda

Pada akhir pertemuan, Rico berpesan agar para siswa terus belajar dan menumbuhkan kecintaan terhadap kota. Ia mendorong mereka memiliki cita-cita tinggi dan semangat berkontribusi untuk pembangunan Medan.

"Jangan lupa, kita semua harus cinta sama kota ini, harus mampu berjuang untuk membangun kota ini,"

Setelah sesi penjelasan, 20 siswa diajak berkeliling Kantor Wali Kota untuk melihat ruang kerja dan aktivitas pemerintahan secara langsung.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait