Bobby Nasution Bela Komunitas Lari yang Masuk Stadion Teladan
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution menyatakan komunitas lari yang sempat viral karena beraktivitas di Stadion Teladan tidak sepenuhnya salah. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau stadion bersama Wali Kota Medan dan tim PSSI pada Sabtu (30/5), setelah muncul video Banban Running Club yang menggunakan rumput stadion sebelum pembukaan resmi menjelang AFF U-19 2026.
Bobby: bukan sepenuhnya kesalahan komunitas
Bobby mengatakan antusiasme olahraga perlu dihargai dan tidak semestinya berujung permusuhan di media sosial. Ia menegaskan ada unsur kelalaian, tetapi juga menyebut adanya undangan dari panitia lokal.
"Tidak 100 persen salah komunitas lari. Kalau boleh antusiasme olahraga, komunitas lari atau sepakbola jangan jadi permusuhan. Jangan perang lagi di media sosial, karena tidak 100 persen salah komunitas lari. Karena memang ada undangan dari panitia lokal,"
Menurut Bobby, niat anggota komunitas hanya ingin update kondisi stadion dan melakukan lari-lari kecil di atas rumput. Ia menambahkan pihak terkait sudah mengetahui siapa yang mengundang dan meminta panitia lokal memberikan sanksi jika perlu.
Reaksi publik dan respons awal
Sebelumnya komentar singkat Bobby yang berbunyi "Wow, ampun sekali lihatnya (emoticon)" memicu respons luas dari warga Medan dan Sumatera Utara. Banyak warganet mendukung kecaman terhadap penggunaan area yang masih dalam tahap persiapan.
Video yang memperlihatkan komunitas lari tersebut sempat diunggah dengan klaim bahwa mereka diundang menjadi pihak pertama merasakan atmosfer stadion. Namun unggahan itu kemudian dihapus setelah menjadi sorotan publik.
Izin akses dan penyelidikan
Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan, John Ester Lase, menyatakan izin akses dalam video viral itu berasal dari PSSI.
"Terkait kegiatan lari yang viral di medsos, merupakan seizin Panitia/PSSI dalam rangka menyongsong pelaksanaan pertandingan AFF U-19,"
Sementara itu Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan akan melakukan investigasi untuk mengetahui siapa yang memberi akses kepada Banban Running Club sehingga bisa memasuki area stadion.
Dampak pada persiapan AFF U-19
Insiden ini memicu kekhawatiran publik terkait perawatan rumput yang sedang dijaga agar optimal jelang turnamen internasional. Pemerintah kota bersama jajaran OPD sebelumnya melakukan gotong royong untuk membersihkan dan merapikan Stadion Teladan sebagai bagian persiapan.
Kasus ini menempatkan sorotan pada prosedur izin dan pengawasan penggunaan fasilitas sebelum acara besar; langkah lanjutan dari pemerintah daerah dan panitia akan menentukan apakah ada sanksi atau perubahan prosedur akses ke stadion.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...