Harga TBS Sawit di Labura Naik Jadi Rp2.450–2.500/kg
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara meningkat pada akhir Mei, berada di kisaran Rp2.450–Rp2.500 per kilogram. Kenaikan ini memberi kelegaan bagi petani setelah harga sempat turun sekitar Rp2.200/kg.
Perkembangan harga dan pemantauan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara, drh Sudarija, MM, MH, menyatakan kepada wartawan, Sabtu (30/5) melalui pesan WhatsApp, bahwa harga di tingkat pabrik (PKS) kini berada pada rentang tersebut. Di tingkat petani, rata-rata harga dilaporkan mencapai Rp2.400/kg, naik dari rata-rata sebelumnya sekitar Rp2.200/kg.
"Harga memang mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. Saat ini harga di tingkat petani sudah mencapai Rp2.400 per kilogram dari sebelumnya rata-rata Rp2.200 per kilogram,"
Pihak dinas terus melakukan pemantauan harian untuk memastikan perkembangan pasar terekam dan informasi akurat disampaikan kepada petani. Upaya ini dimaksudkan untuk membantu petani mengambil keputusan pemasaran yang lebih baik.
Faktor penyebab perbedaan harga
Meskipun tren harga membaik, kenaikan itu belum dirasakan merata di seluruh wilayah Labura. Beberapa faktor utama menyebabkan disparitas harga antar daerah.
- Akses transportasi yang terbatas, sehingga biaya angkutan naik di daerah terpencil.
- Kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai, terutama di wilayah pesisir dan daerah berbukit.
- Letak kebun dan kondisi medan yang beragam memengaruhi biaya pengangkutan dan waktu tempuh ke PKS.
"Kondisi jalan dan lokasi kebun yang berbeda-beda membuat harga di lapangan tidak sama. Karena itu, kenaikan harga belum sepenuhnya merata di semua daerah,"
Dampak bagi petani dan langkah ke depan
Dinas Pertanian berharap tren kenaikan ini berlanjut sehingga memberikan dampak positif pada perekonomian petani sawit. Selain pemantauan harga, perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas agar distribusi hasil panen lebih lancar dan harga lebih merata.
Langkah jangka pendek yang dijalankan dinas meliputi peningkatan informasi harga secara berkala dan koordinasi dengan pengelola PKS. Untuk jangka menengah, perbaikan akses jalan dinilai krusial bagi pemerataan manfaat kenaikan harga.
Dengan pemantauan harian dan upaya perbaikan infrastruktur, diharapkan petani di seluruh Labuhanbatu Utara dapat merasakan efek positif dari kenaikan harga TBS secara lebih konsisten.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Tangkap 4 Pengedar 'Vape Getar', Sita Ratusan Liquid
Polda Sumut menangkap empat pengedar 'Vape Getar' di Medan dan menyita ratusan liquid diduga mengandung etom...
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan akibat Kelangkaan Semen
Pemprov Sumut memperketat pengawasan distribusi semen setelah laporan kelangkaan dan kenaikan harga; koordin...
HMI: Program MBG di Labuhanbatu Carut-marut, SPPG Banyak Tak Beroperasi
HMI Labuhanbatu Raya menilai program MBG carut-marut: SPPG banyak belum beroperasi, data penerima tak akurat...
Labfor: Ledakan di Grand Polonia akibat Akumulasi Gas Metana
Labfor menyimpulkan ledakan di Grand Polonia akibat akumulasi gas metana; PGN hentikan aliran gas sementara...
HIMAB Rayakan Milad ke-40 dengan Silaturahmi Lintas Generasi
PP-HIMAB gelar Silaturahmi Lintas Generasi dan Milad ke-40 pada 25 Juli 2026 di Kota Jantho untuk mempererat...
Forkopimda Aceh Hentikan Pasokan BBM ke Tambang Ilegal
Forkopimda Aceh menandatangani maklumat untuk menghentikan pasokan BBM ke lokasi tambang ilegal sebagai lang...