Soekarno Talk-In Magetan: Rocky Gerung Ajak Gen Z Baca Marhaenisme
Magetan — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan menggelar Soekarno Talk-In dan meluncurkan buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z pada puncak Bulan Bung Karno 2026. Acara yang dihadiri ribuan peserta itu menghadirkan filsuf Rocky Gerung dan penulis sekaligus dosen Airlangga Pribadi Kusman, dengan tujuan mengajak generasi muda membaca ulang pemikiran Bung Karno sebagai rujukan memahami persoalan sosial saat ini.
Acara, peserta, dan tujuan
Forum digelar di Magetan dan dipadati ribuan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Selain Rocky Gerung dan Airlangga Pribadi Kusman, hadir pula anggota DPR RI Novita Hardini dan Mochamad Nur Arifin.
Penyelenggara menekankan acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan upaya membumikan gagasan Bung Karno serta memperkuat budaya literasi dan tradisi berpikir kritis di kalangan anak muda.
Inti wacana Rocky Gerung
Dalam paparannya, Rocky Gerung menyampaikan gagasan sentral yang menjadi benang merah diskusi. Ia mengubah pembacaan tradisional soal Marhaen menjadi konsep yang lebih luas.
"Marhaen adalah kita."
Menurut Rocky, Marhaen saat ini bukan hanya petani kecil atau pemilik alat produksi sederhana sesuai konteks sejarah. Istilah itu lebih tepat dipahami sebagai seluruh kelompok yang masih menghadapi ketidakadilan akibat struktur sosial, ekonomi, dan politik.
Rocky menyoroti perempuan sebagai representasi Marhaen masa kini. Ia menyebut masih ada diskriminasi, standar ganda, stigma sosial, dan beban berlapis yang muncul dari budaya patriarki, kapitalisme, dan vulgarisme.
Buku dan relevansi Marhaenisme untuk generasi muda
Airlangga Pribadi Kusman menjelaskan akar Marhaenisme lahir dari kritik Bung Karno terhadap ketimpangan yang ditimbulkan sistem kapitalis. Konsentrasi modal dan sumber daya di tangan segelintir pihak tetap melahirkan kesenjangan, kata dia.
Peluncuran Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z dimaksudkan untuk memperkenalkan kembali pemikiran Bung Karno sekaligus mendorong generasi muda membangun tradisi membaca dan berpikir kritis. Buku ini diharapkan membantu kaum muda menimbang opini dan tren media sosial dengan landasan pengetahuan yang kuat.
Respons peserta dan implikasi politik budaya
Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pertanyaan dari peserta. Antusiasme anak muda terlihat dari keinginan mereka mendialogkan gagasan Bung Karno dengan realitas Indonesia saat ini.
Melalui kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Magetan menegaskan komitmen menjadikan partai sebagai ruang perjumpaan gagasan, penguatan literasi, dan pembinaan generasi muda yang berpihak kepada rakyat, tidak semata ruang politik elektoral.
Soekarno Talk-In menjadi puncak rangkaian Bulan Bung Karno 2026 di Magetan yang memadukan diskusi kebangsaan, kebudayaan, olahraga, pelayanan kesehatan, dan kegiatan kerakyatan lain dalam satu perayaan masyarakat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Rocky Gerung Disambut Reog di Magetan Saat Peluncuran Marhaenisme
Rocky Gerung disambut Reog Ponorogo di Magetan saat jadi pembicara Soekarno Talk-In dan peluncuran buku Marh...
Komisi III: Regulasi Larangan Kampanye dan Fasilitasi LGBT Bisa Diterapkan
Anggota Komisi III DPR, Nasyirul Falah Amru, menyatakan regulasi larangan kampanye dan fasilitasi LGBT berpo...
DPC PDI Perjuangan Magetan Gelar Cek Kesehatan Gratis
DPC PDI Perjuangan Magetan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis 28 Juni 2026, bekerja sama dengan Dinkes u...
Jejak Sang Fajar Juara Festival Mural Bulan Bung Karno 2026
Jejak Sang Fajar juara Festival Mural Bulan Bung Karno 2026 di Lamongan; karya mereka unggul dalam penerjema...
Pelatihan Make Up untuk Gen Z di Blitar Buka Peluang Wirausaha
DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar pelatihan make up modern untuk perempuan Gen Z di Sukorejo sebagai...
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro Ziarah ke Makam KH Baidhowi Lasem
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro ziarah ke makam KH Baidhowi Lasem pada 28 Juni 2026 untuk mengingat hubungan h...