Soekarno-Hatta Perketat Keamanan, Penyelundupan Digagalkan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memperketat pengawasan keamanan di Bandara Soekarno-Hatta setelah petugas Avsec menggagalkan dugaan penyelundupan pada 11 Agustus 2026. Penguatan melibatkan pengelola bandara, operator penerbangan, dan pemangku kepentingan untuk memastikan semua pihak yang memiliki akses ke kawasan keamanan terbatas diperiksa sesuai prosedur.
Penguatan pengawasan dan pemeriksaan personel
Peningkatan pengawasan dilakukan melalui inspeksi terhadap setiap orang yang masuk dan beraktivitas di lingkungan bandar udara. Petugas Avsec meningkatkan pemeriksaan, khususnya terhadap personel yang memiliki hak akses ke kawasan keamanan terbatas.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta, Putu Eka Cahyadhi, menegaskan pemeriksaan tidak hanya menyasar penumpang tetapi juga seluruh personel bandara. Ia menegaskan bahwa setiap orang yang memiliki akses ke bandara wajib menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan.
Hal ini merupakan bagian penting dari upaya kita untuk memastikan keamanan penerbangan secara menyeluruh. Apabila terdeteksi adanya potensi pelanggaran hukum, maka tindak lanjutnya akan dikolaborasikan dan dikoordinasikan dengan aparat yang berwenang.
Kronologi dugaan penyelundupan
Temuan bermula dari deteksi barang mencurigakan pada pemeriksaan x-ray di Staff Security Check Point Loading Dock Internasional Terminal 3. Kejadian itu tercatat pada 11 Agustus 2026 dan menjadi pemicu penguatan pengawasan di bandara.
Pembawa awalnya menyatakan barang tersebut sebagai powerbank, namun pemeriksaan ulang dan cek manual oleh petugas menunjukkan barang itu tidak sesuai klaim dan termasuk barang ilegal.
Tindakan petugas dan koordinasi
Petugas Avsec segera menindaklanjuti temuan dengan langkah-langkah operasional dan koordinasi. Pihak yang diduga menerima barang berhasil diamankan di area boarding gate bersama barang bukti terkait.
- Pemeriksaan x-ray dan pemeriksaan manual ulang terhadap barang mencurigakan.
- Penahanan sementara terhadap pihak yang diduga terkait dan pengamanan barang bukti.
- Koordinasi dengan aparat berwenang untuk tindak lanjut hukum dan identifikasi pihak lain yang terlibat.
Dampak dan tindak lanjut
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan apresiasi atas kesigapan petugas Avsec yang menggagalkan upaya penyelundupan tersebut. Selain itu, pengawasan, evaluasi, dan pendalaman aspek keamanan penerbangan terus dilakukan untuk memastikan prosedur berjalan efektif.
Kementerian Perhubungan akan mendalami aspek keamanan serta dugaan penyalahgunaan pas bandar udara sebagai bagian dari proses penegakan dan perbaikan prosedur ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Save the Children Gelar Festival Pahlawan Anak untuk 50 Tahun
Save the Children gelar Festival Pahlawan Anak di Gandaria City pada 13 Agustus 2026 untuk tingkatkan kesada...
KADIN: Teknologi Dorong Pertumbuhan Konten Kreator Indonesia
Desi Albert Mamahit nilai teknologi dan AI membuka peluang besar bagi pertumbuhan konten kreator; program Tr...
Dewas RRI: Kreator Harus Fokus Dampak, Bukan Kuantitas
Dewas LPP RRI meminta kreator fokus pada dampak konkret dan keberlanjutan program, bukan sekadar jumlah kegi...
Menko Polkam Apresiasi Pengungkapan 1,3 Ton Ketamin di Batam
Menko Polkam memuji pengungkapan 1,3 ton ketamin di Batam (6-7 Agustus 2026) sebagai bukti sinergi antarlemb...
Pertumbuhan Konten Digital Indonesia Tumbuh Pesat, Kemenekraf Catat Dampak Ekonomi
Kemenekraf catat pertumbuhan konten digital Indonesia masif: dampak ekonomi Rp8,4 triliun dan 190 ribu peker...
Prabowo Puji TNI-Polri Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Titik Air
Presiden Prabowo memuji TNI-Polri atas pembangunan 3.395 jembatan dan 3.000 titik air bersih yang meningkatk...