Menko Pangan Paparkan Capaian 20 Bulan Pemerintahan Prabowo
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memaparkan capaian dan tantangan pemerintah setelah 20 bulan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Penyampaian itu berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat, Kamis, 13 Agustus 2026. Zulkifli menyebut ada program yang berhasil, tetapi sejumlah program lain masih dalam perbaikan dan penuntasan.
Hasil di sektor pangan
Zulkifli menegaskan peran Menko adalah mengamankan kebijakan, bukan mengurus teknis. Ia menyebut salah satu keberhasilan yang paling nyata adalah pengurangan impor pakan ternak.
"Alhamdulillah, karena kalau Menko itu tugasnya mengamankan kebijakan pemerintah. Mengamankan suksesnya, tidak menjalankan hal-hal teknis,"
Menurutnya, impor pakan ternak yang mencapai 4,2 juta ton pada 2024 berhasil dihentikan pada 2025, sehingga sektor pakan menjadi contoh keberhasilan kebijakan pangan pemerintah.
Permasalahan nelayan dan kerugian laut
Meski ada keberhasilan, Zulkifli menyebut nelayan sebagai kelompok yang masih paling rentan. Ia memaparkan nilai tukar nelayan sebesar 103 dan ketergantungan bantuan sosial untuk kebutuhan dasar seperti beras 10 kilogram.
"Kalau nelayan tidak diberi bantuan beras 10 kilogram, tidak diberikan bantuan tunai oleh pemerintah, dia tidak bisa makan dan tidak bisa menyekolahkan anaknya,"
Zulkifli juga menyinggung kehilangan potensi ikan akibat penangkapan ikan ilegal atau oleh kapal asing yang merugikan negara. Ia menyebut angka kerugian mencapai ratusan triliun rupiah dan menegaskan pemerintah fokus menyelesaikan masalah itu tahun ini.
Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa
Salah satu program yang belum berjalan baik adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Zulkifli mengakui program ini menghadapi banyak masalah administratif dan ketepatan sasaran.
"Waduh, di sana banyak sekali problemnya, tentang tingkat ketepatan, ada salah masuk penjara,"
Ia menambahkan, upaya perbaikan akan menyasar 4.000 sekolah berbasis agama agar bisa menyiapkan dapur sendiri. Selain itu, pembangunan ekonomi desa melalui Koperasi Desa (Kopdes) juga mendapat perhatian karena skalanya besar dan perlu penertiban distribusi bahan baku.
Pesan kebangsaan dan arah kebijakan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mendukung arah kebijakan yang menekankan kepentingan bangsa dan persatuan. Ia menyerukan tata kehidupan kebangsaan sesuai konstitusi agar bangsa mampu bersaing secara internasional.
"Maka mari kita tata kehidupan kebangsaan ini sesuai dengan prinsip dasar konstitusi,"
Zulkifli mengingatkan bahwa program Presiden bersifat mendasar, besar, dan berat, mengacu pada semangat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintah berharap menyelesaikan masalah utama dalam beberapa bulan ke depan sambil terus melanjutkan reformasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...