Hanya 4% Kecamatan Miliki Sekolah Bermutu, Kemendikdasmen Luncurkan SNT
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan di daerah. Program ini diumumkan oleh Mendikdasmen Abdul Mu'ti pada 20 Juli 2026 di kantor Kemendikdasmen, Jakarta. Langkah tersebut diambil karena masih sedikitnya kecamatan yang memiliki sekolah menengah bermutu.
Data mutu pendidikan saat ini
Mendikdasmen menegaskan ada kesenjangan capaian mutu antarwilayah. Berdasarkan Dapodik per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, hanya 263 dari 7.288 kecamatan yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian baik. Angka itu setara dengan sekitar 4 persen kecamatan.
Baru 263 dari 7.288 kecamatan atau sekitar 4 persen yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian baik. Yaitu memiliki akreditasi A dan literasi dan numerasi di atas 75
Apa itu Sekolah Nasional Terintegrasi?
SNT dirancang bukan sekadar membangun gedung baru. Program ini mengintegrasikan layanan SMP dan SMA dalam satu ekosistem berkelanjutan. Integrasi mencakup pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta, pemanfaatan fasilitas, dan pendanaan mutu.
SNT bukan sekadar pembangunan sekolah baru. SNT merupakan ikhtiar negara untuk pertama, mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah
Implementasi dan manfaat yang diharapkan
Secara operasional, SNT akan menjadi pusat pengembangan bagi sekolah-sekolah di sekitarnya. Program ini diharapkan memperluas akses akreditasi baik serta menaikkan skor literasi dan numerasi di wilayah terpencil. Selain itu, SNT ditargetkan mengoptimalkan potensi, minat, dan bakat peserta didik melalui pengembangan talenta dan karakter.
Dampak dan langkah ke depan
Pemerintah melihat SNT sebagai upaya strategis untuk merespons ketimpangan kualitas pendidikan. Pelaksanaan program akan melibatkan peningkatan kapasitas guru, fasilitas pembelajaran, dan mekanisme pendanaan yang berfokus pada mutu. Evaluasi berkala menggunakan data Dapodik dan Rapor Pendidikan akan menjadi tolok ukur keberhasilan.
Dengan fokus pada pemerataan layanan dan peningkatan mutu, SNT diharapkan menjadi katalis bagi perbaikan sistem pendidikan di daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan implementasi konsisten agar manfaat program dirasakan luas dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rosan: DSI Disiapkan Jadi Agen Penjual Tunggal Komoditas Ekspor
Rosan menyebut DSI disiapkan jadi agen penjual tunggal komoditas ekspor; integrasi data dimulai 1 Juni dan i...
BGN Refokus MBG ke Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
BGN refokus Program MBG ke wilayah stunting tinggi mengikuti arahan Presiden, menyisir ulang data 62,7 juta...
Airlangga: Bullion Bank Kelola 153 Ton Emas Hampir US$20 Miliar
Airlangga menyatakan layanan bullion bank Indonesia mengelola 153 ton emas senilai hampir US$20 miliar, disa...
BGN Sisir Ulang Data 62,7 Juta Penerima MBG
BGN menyisir ulang 62,7 juta penerima MBG dan memverifikasi 27.469 SPPG untuk pastikan program tepat sasaran...
Airlangga: Realisasi Investasi H1 2026 Capai Rp1.001 Triliun
Menko Airlangga menyatakan realisasi investasi H1 2026 mencapai Rp1.001 triliun, setara 49% dari target tahu...
Presiden: Indonesia di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan dan Kelaparan
Presiden Prabowo menyatakan pemerintah di jalur tepat untuk menghapus kemiskinan dan kelaparan, didukung cap...