Presiden Kembali Pimpin Sidang Kabinet Paripurna 20 Juli 2026
Presiden kembali memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 15.00 WIB. Sidang diadakan untuk membahas percepatan pelaksanaan program pembangunan pemerintah. Pertemuan ini merupakan pertemuan kabinet tingkat penuh yang digelar setelah jeda sekitar empat bulan.
Sidang Kabinet yang Digelar Kembali
Menurut pantauan, para menteri dan wakil menteri mulai berdatangan sejak sekitar pukul 14.00 WIB. Selain menteri, hadir pula kepala badan, wakil kepala badan, dan pimpinan sejumlah institusi negara. Menteri Sekretaris Negara menyatakan sidang terakhir digelar pada 13 Maret 2026.
"Hari ini Bapak Presiden melaksanakan atau memimpin Sidang Kabinet Paripurna setelah yang terakhir dilaksanakan tanggal 13 Maret. Sekarang tanggal 20 Juli kembali memimpin Sidang Kabinet Paripurna," ujar Prasetyo Hadi sesaat setelah tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.
Agenda dan Arahan Presiden
Dalam pertemuan ini, fokus utama disebutkan adalah percepatan program-program pembangunan. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi menyampaikan bahwa arahan presiden kemungkinan terkait percepatan dan program unggulan pemerintah. Namun, detail arahan akan terlihat saat jalannya sidang.
"Kemungkinan arahan Presiden untuk percepatan program-program pembangunan dan program unggulan Presiden. Tapi detailnya kita lihat pas Sidang Kabinet Paripurna," kata Hasan Nasbi.
Kehadiran Pejabat Negara
Sejumlah pejabat terlihat hadir di Kompleks Istana sebelum sidang dimulai. Kehadiran mereka menunjukkan kesiapan kabinet untuk membahas agenda prioritas pemerintah.
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti
- Menteri Agama Nazaruddin Umar
- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani
- Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
- Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra
- Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang
- Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung
Implikasi dan Tindak Lanjut
Sidang Kabinet yang dipimpin presiden diharapkan menghasilkan arahan konkret untuk percepatan pelaksanaan program pembangunan. Arahan tersebut berpotensi memengaruhi prioritas pelaksanaan dan alokasi sumber daya kementerian terkait. Publik dan pemangku kepentingan akan menunggu rangkuman keputusan setelah sidang selesai.
Hasil sidang nantinya akan menjadi acuan bagi kementerian dan lembaga untuk mempercepat pelaksanaan program-program prioritas nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rosan: DSI Disiapkan Jadi Agen Penjual Tunggal Komoditas Ekspor
Rosan menyebut DSI disiapkan jadi agen penjual tunggal komoditas ekspor; integrasi data dimulai 1 Juni dan i...
BGN Refokus MBG ke Daerah dengan Angka Stunting Tinggi
BGN refokus Program MBG ke wilayah stunting tinggi mengikuti arahan Presiden, menyisir ulang data 62,7 juta...
Airlangga: Bullion Bank Kelola 153 Ton Emas Hampir US$20 Miliar
Airlangga menyatakan layanan bullion bank Indonesia mengelola 153 ton emas senilai hampir US$20 miliar, disa...
BGN Sisir Ulang Data 62,7 Juta Penerima MBG
BGN menyisir ulang 62,7 juta penerima MBG dan memverifikasi 27.469 SPPG untuk pastikan program tepat sasaran...
Airlangga: Realisasi Investasi H1 2026 Capai Rp1.001 Triliun
Menko Airlangga menyatakan realisasi investasi H1 2026 mencapai Rp1.001 triliun, setara 49% dari target tahu...
Presiden: Indonesia di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan dan Kelaparan
Presiden Prabowo menyatakan pemerintah di jalur tepat untuk menghapus kemiskinan dan kelaparan, didukung cap...