Lokal

SMKN 1 Cot Girek Cetak Lulusan Siap Kelola Pertanian Hulu-Hilir

Bagikan:
Siswa SMKN 1 Cot Girek mengelola usaha agribisnis dan desain grafika untuk pasar lokal

ACEH UTARA – SMK Negeri 1 Cot Girek berhasil melahirkan lulusan yang mampu mengelola sektor pertanian dari hulu hingga hilir. Kepala sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum menjelaskan kompetensi yang dikembangkan pada Kamis (17/9) di sekolah itu. Tujuannya adalah menyiapkan siswa bekerja, berwirausaha, dan melanjutkan studi.

Kompetensi keahlian yang diajarkan

Sekolah membuka tiga program keahlian utama. Ketiganya dirancang untuk menutup rantai nilai pertanian, mulai produksi hingga pemasaran.

  • Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR)
  • Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP)
  • Desain Grafika (DG)

Dengan pola ini, siswa tidak hanya menguasai teknik produksi. Mereka juga belajar pengolahan hasil dan strategi pemasaran.

Hasil penyerapan lulusan

Sekolah mencatat penyerapan lulusan yang tinggi di dunia kerja. Menurut data sekolah, sekitar 75 persen alumni langsung terserap industri atau kembali dipekerjakan oleh perusahaan tempat mereka PKL.

“Berdasarkan data kami, sekitar 75 persen lulusan berhasil terserap di dunia kerja,”

Selain bekerja, sejumlah alumni memilih membuka usaha sendiri. Ada pula yang melanjutkan pendidikan tinggi dan menjadi prajurit karier.

Pembelajaran berbasis usaha melalui BLUD

Untuk memperkuat keterampilan bisnis, SMKN 1 Cot Girek memanfaatkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Skema BLUD memberi fleksibilitas pengelolaan keuangan sekolah sehingga siswa dapat mengalami manajemen usaha nyata.

Pola pembelajaran ini meliputi produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan yang semuanya dijalankan oleh peserta didik di bawah bimbingan guru.

Produk siswa dan peluang pasar

Siswa jurusan Desain Grafika memproduksi berbagai produk kreatif yang telah dipasarkan ke masyarakat. Produk tersebut antara lain:

  • Sablon baju
  • Desain logo
  • Gantungan kunci, pin, dan suvenir

Di sektor agribisnis, hasil usaha juga menunjukkan perkembangan. Siswa ATR mengembangkan peternakan pedaging, sedangkan APHP fokus pada olahan pangan dan minuman herbal.

“Saat ini permintaan pasar paling dominan adalah ternak jenis domba,”

Contoh produk olahan APHP termasuk minuman herbal berbahan jahe dan berbagai makanan ringan berbasis hasil pertanian.

Implikasi dan prospek

Model pendidikan vokasi yang menggabungkan praktik kerja, pengelolaan usaha, dan fleksibilitas BLUD memberi siswa pengalaman langsung mengelola rantai usaha. Pendekatan ini meningkatkan daya saing lulusan di pasar kerja dan membuka peluang wirausaha lokal. Ke depan, sekolah berpeluang memperluas jejaring industri dan produk pasar untuk meningkatkan penyerapan kerja dan omzet usaha siswa.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait