Polisi Sita 1,1 Ton Ketamine; Santri di Deliserdang Diduga Keracunan
Deliserdang, Sumut — Dua insiden besar tercatat di Sumatera Utara akhir pekan ini: puluhan santri diduga mengalami keracunan seusai peringatan Hari Santri Nasional di alun-alun Pemkab Deliserdang, Lubuk Pakam, Kamis (22/10), sementara tim gabungan mengamankan kapal serta barang bukti narkoba jenis ketamine seberat sekitar 1 sampai 1,1 ton dan menahan delapan tersangka.
Diduga keracunan massal santri
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional tingkat provinsi yang digelar di alun-alun Pemkab Deliserdang, Lubuk Pakam, pada Kamis (22/10) berujung pada dugaan kasus keracunan massal. Informasi awal menyebutkan puluhan santri-santriwati mengalami gangguan kesehatan setelah acara.
Sampai laporan awal ini disusun, belum ada keterangan resmi yang merinci penyebab penyakit atau jumlah pasti korban. Proses penyelidikan atas dugaan keracunan sedang berlangsung oleh otoritas setempat.
Penggerebekan kapal MT Global 168 dan penangkapan tersangka
Kasus terpisah tetapi signifikan terjadi di Belawan pada Rabu (21/10). Tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai mengamankan kapal tangker MT Global 168 di Pelabuhan Bandar Deli, Belawan.
Dalam operasi itu, aparat menemukan barang bukti narkoba jenis ketamine yang dilaporkan seberat sekitar 1,1 ton. Beberapa laporan lain mencatat penemuan sekitar satu ton. Dari penggerebekan tersebut, delapan orang ditahan. Salah satu tersangka disebut berkewarganegaraan Taiwan.
Operasi penindakan berlangsung di wilayah perairan Selat Melaka dan Laut Andaman, tempat yang diduga menjadi jalur penyelundupan. Penahanan kapal dan tersangka diharapkan membuka rantai penyelundupan yang lebih luas.
Dampak dan tindak lanjut
Kasus keracunan diduga pada acara publik menimbulkan kekhawatiran terkait pengawasan makanan dan keselamatan peserta acara massal. Sementara itu, penggerebekan narkoba skala besar menegaskan fokus aparat pada jaringan penyelundupan internasional yang menggunakan jalur perairan.
Penyidik dari berbagai instansi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi, sumber barang bukti, dan motif para tersangka. Publik diminta menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan kedua perkara ini.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KAHMI Aceh Besar Peringati HUT ke-60 dengan Maulid dan Santunan Yatim
MD KAHMI Aceh Besar merayakan HUT ke-60 dengan Maulid Nabi dan santunan anak yatim di Universitas Serambi Me...
Barona di Ambang Juara, Pekan Penutup Liga SSB Banda Aceh 2026
Matchday 9 Liga Kolaborasi SSB Banda Aceh 2026 menentukan juara dan perebutan posisi ketiga pada 24–25 Oktob...
Ustaz Aiyub Serukan Syukur Hati, Lisan, dan Perbuatan di Aceh Besar
Ustaz Aiyub Rusli di Masjid Al Jihad Aceh Besar mengajak umat mengamalkan syukur lewat hati, lisan, dan perb...
Puluhan Santri Diduga Keracunan Saat Hari Santri di Deliserdang
Puluhan santri dari Ponpes Mazilah Darussalam diduga keracunan setelah makan siang pada peringatan Hari Sant...
Cafe Green Light Tapaktuan Dibongkar Paksa Usai Tiga Teguran
Cafe Green Light di Tapaktuan dibongkar paksa 22 Oktober setelah tiga kali ditegur; penertiban dilakukan ole...
Polsek Na IX-X & BNNK Gelar Operasi Sarang Narkoba di Silumajang
Polsek Na IX-X dan BNNK Labura menggelar Operasi Sarang Narkoba di Desa Silumajang (22/10), menemukan gubuk...