Ekonomi

KA Siliwangi Angkut 457.890 Penumpang Sukabumi–Cipatat

Bagikan:
Kereta KA Siliwangi melintas di perbukitan dengan pemandangan sawah hijau

KA Siliwangi mengangkut 457.890 penumpang pada periode Januari–April 2026 untuk rute Sukabumi hingga Cipatat. Layanan 67 kilometer itu tersedia dengan tarif subsidi Rp5.000 berkat skema Public Service Obligation (PSO). Keterangan resmi disampaikan Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, pada 28 Mei 2026.

Volume penumpang dan tarif

Angka 457.890 penumpang menunjukkan minat tinggi masyarakat terhadap moda transportasi massal di koridor ini. Perjalanan sejauh 67 km ditawarkan dengan tarif terjangkau sehingga menjadi pilihan harian banyak pengguna.

Skema PSO pemerintah menjadi kunci harga subsidi. Dengan subsidi tersebut, masyarakat dari berbagai kalangan dapat memakai layanan kereta tanpa beban biaya besar.

Rute dan fasilitas perjalanan

Perjalanan dimulai dari Stasiun Sukabumi dan berakhir di Cipatat. Di sepanjang lintasan, KA Siliwangi singgah di beberapa stasiun yang melayani mobilitas lokal dan antarwilayah.

  • Gandasoli
  • Cireungas
  • Cibadak
  • Karangtengah
  • Cianjur
  • Ciranjang
  • Cipeuyeum
  • Lampegan
  • Cipatat

Perjalanan menawarkan pemandangan sawah dan perbukitan serta melintasi Terowongan Lampegan, yang kerap disebut-sebut sebagai bagian warisan sejarah perkeretaapian di Priangan.

Dampak ekonomi dan sosial

Layanan ini berperan sebagai penunjang aktivitas ekonomi, terutama di kawasan Cibadak dan Cireungas. Di sana, kereta membantu distribusi barang dan mobilitas pedagang lokal.

Di Cianjur dan Ciranjang, akses ke pendidikan dan layanan kesehatan menjadi lebih mudah. KAI menyebut kemudahan mobilitas turut mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan pariwisata daerah.

Setiap perjalanan KA Siliwangi membawa banyak cerita kehidupan. Ada pelajar yang berangkat mengejar cita-cita, pedagang yang mencari nafkah untuk keluarganya, hingga masyarakat yang ingin bertemu orang-orang tersayangnya. Karena itu, KA Siliwangi memiliki arti yang sangat dekat bagi masyarakat,

kata Anne Purba.

Akses pariwisata dan relasi antarpenumpang

Kereta ini juga menjadi pintu masuk menuju destinasi populer Jawa Barat. Penumpang bisa turun untuk mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang atau Stone Garden yang mudah dijangkau dari stasiun pemberhentian.

Selain fungsi ekonomi, perjalanan KA Siliwangi membentuk interaksi sosial yang kuat. Penumpang sering bertemu hampir setiap hari, sehingga tercipta kebersamaan selama perjalanan.

Banyak pelanggan yang sudah saling mengenal karena bertemu hampir setiap hari di perjalanan yang sama. Ada rasa dekat yang tumbuh di dalam kereta. Karena itu, KA Siliwangi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di lintas ini,

kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Ke depan, keberlanjutan layanan ini bergantung pada dukungan subsidi, perawatan infrastruktur, dan respons terhadap kebutuhan mobilitas lokal untuk menjaga peran strategis KA Siliwangi dalam pembangunan regional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait