Lokal

Inalum Buka Pintu Bendungan Sigura-Gura untuk Pemeliharaan Turbin

Bagikan:
Pintu Bendungan Sigura-Gura dibuka untuk pemeliharaan PLTA Inalum

ASAHAN — PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membuka pintu Bendungan Sigura-Gura di Desa Halado, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Rabu (28/10). Langkah ini bagian dari maintenance rutin untuk mengoptimalkan kinerja turbin pembangkit dan memastikan aset operasional bekerja pada kapasitas terbaik.

Pemeliharaan terjadwal dan tujuan

Manajemen PLTA Inalum menjelaskan pembukaan pintu bendungan dilakukan sebagai prosedur standar yang telah dijadwalkan. Kegiatan ini memungkinkan kalibrasi dan pemeriksaan fisik pada aliran air menuju turbin.

Perwakilan manajemen, Lambas Sianipar, menegaskan tujuan utama adalah memastikan efisiensi operasi pembangkit tetap optimal setelah perawatan selesai.

"Pembukaan pintu dam ini memungkinkan kami untuk melakukan kalibrasi dan pemeriksaan fisik pada sistem aliran air menuju turbin, yang berdampak langsung pada optimalisasi kinerja pembangkit ke depannya," ujar Lambas.

Waktu, volume pelepasan, dan kondisi lapangan

Awalnya pembukaan pintu dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB. Namun dalam pelaksanaan, proses baru dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Lambas menyebut volume air yang dilepas sekitar 100 ton per detik, dan menegaskan kondisi tersebut masih terkendali serta tidak membahayakan.

"Ini merupakan hal yang normal. Kebetulan sedang dilakukan maintenance di PLTA kami, sehingga kami melakukan pembukaan pintu bendungan dengan kapasitas kurang lebih 100 ton per detik," jelas Lambas.

Imbauan kepada masyarakat dan pelaku pariwisata

Manajemen mengimbau warga dan pelaku usaha pariwisata di sepanjang aliran Sungai Asahan, khususnya dari pintu bendungan sampai ke intake Asahan 3, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi tepi sungai selama proses pemeliharaan.

"Hal yang perlu kita antisipasi sebenarnya adalah masyarakat yang berada di sekitar pintu bendungan sampai ke intake Asahan 3... Kami mengimbau agar masyarakat di sana sedikit menghindar dari pinggiran Sungai Asahan," kata Lambas.

Perbaikan trash rack dan dampak operasional

Lambas menjelaskan pemeliharaan kali ini merupakan yang pertama dilakukan untuk memperbaiki dan mengangkat trash rack (saringan sampah) pada pintu intake. Proses ini memerlukan penghentian sementara pada beberapa unit pembangkit.

Untuk sementara, intake di PLTA Tangga (Asahan 2) dihentikan sebanyak tiga unit. Meski kapasitas listrik berkurang, Inalum memastikan produksi terus berjalan.

"Dengan penyetopan ini tentu kapasitas listrik berkurang, tetapi produksi tetap berjalan. Pun begitu, pasokan listrik ke pabrik kami di Kuala Tanjung masih terus dikirimkan melalui PLTA Sigura-Gura," pungkas Lambas.

Kesimpulan dan prospek

Pihak Inalum menegaskan aktivitas pemeliharaan ini bersifat terencana dan aman. Dampak langsung terbatas pada area operasional tertentu dan tidak mengganggu pasokan energi ke pusat produksi utama. Pemantauan dan komunikasi kepada masyarakat setempat akan terus dilakukan sampai perbaikan rampung.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait