Lokal

Sibolga Matangkan Rehabilitasi Pascabencana dan DED TPST

Bagikan:
FGD perencanaan rehabilitasi pascabencana dan DED TPST di Kantor Wali Kota Sibolga

Sibolga — Pemerintah Kota Sibolga mematangkan perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan strategis pascabencana sekaligus menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kelurahan Pancuran Dewa. Kegiatan ini dibahas pada Focus Group Discussion pertama yang digelar Selasa (27/10) di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga.

Ringkasan FGD dan tujuan

FGD pertama bertujuan menghimpun data awal, menjaring masukan pemangku kepentingan, dan menyamakan persepsi tentang kebutuhan rehabilitasi pascabencana serta rencana pembangunan TPST. Pertemuan melibatkan Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda, perwakilan balai teknis, serta beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Ruang lingkup perencanaan

Perwakilan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatera Utara menjelaskan ruang lingkup perencanaan rehabilitasi sektor Pengembangan Kawasan Strategis (PKS). Rencana mencakup penataan kembali kawasan pesisir terdampak banjir dan longsor, pembenahan drainase, penguatan tanggul, serta penataan kawasan waterfront yang tahan bencana.

Sementara itu, DED TPST difokuskan pada pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Lokasi yang direncanakan adalah Kelurahan Pancuran Dewa.

Kata Pemda dan harapan program

Sekretaris Daerah Kota Sibolga menyambut baik program kementerian tersebut sebagai upaya strategis meningkatkan ketahanan wilayah dan mengatasi persoalan persampahan. Ia menilai program ini penting karena Sibolga merupakan kota pesisir yang rawan bencana dan memiliki keterbatasan lahan untuk pengelolaan sampah.

"Atas nama Pemko Sibolga, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PU yang telah memilih Kota Sibolga sebagai lokasi program strategis ini. Kegiatan ini sangat penting untuk mewujudkan Sibolga yang tangguh terhadap bencana dan bersih."

Herman juga menyebutkan langkah awal yang telah dilakukan Pemko, seperti pengerukan parit dan pembersihan saluran drainase di sejumlah wilayah untuk mengurangi risiko banjir.

Proses teknis dan tindak lanjut

FGD dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, pemaparan profil kawasan terdampak, penentuan batas kawasan prioritas, serta perumusan memorandum program oleh tim penyusun dokumen teknis. Hasil pertemuan mencakup kesepakatan jadwal survei bersama dan komitmen dukungan data oleh OPD.

Pihak Bappeda menegaskan pentingnya data akurat dan masukan konstruktif dari seluruh OPD agar dokumen perencanaan sesuai dengan karakteristik wilayah dan tepat sasaran.

Peserta dan komitmen

Peserta FGD antara lain:

  • Sekda Kota Sibolga
  • Plt Kepala Bappeda Kota Sibolga
  • Perwakilan Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatera Utara
  • Plt Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan
  • Plt Kepala Dinas PKPLH
  • Perwakilan BNPB Kota Sibolga dan para lurah terkait

FGD ditutup dengan komitmen Pemko Sibolga untuk mendukung kelancaran penyusunan dokumen perencanaan sehingga program rehabilitasi pascabencana dan pembangunan TPST dapat segera dilanjutkan ke tahap survei dan pelaksanaan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait