Nasional

Mendikdasmen: Senam Anak Indonesia Hebat Bangun Generasi Unggul

Bagikan:
Mendikdasmen memimpin Senam Anak Indonesia Hebat di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan pembangunan generasi unggul memerlukan kerja keras seluruh pihak dalam Puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis, 28 Mei 2026.

Puncak Hardiknas 2026 di Pamekasan

Acara Hardiknas yang digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan itu dihadiri lebih dari 24 ribu peserta dari berbagai sekolah. Kegiatan berlangsung meriah dengan rangkaian senam dan pembacaan ikrar yang dipimpin langsung oleh Mendikdasmen.

Pendidikan karakter dan 7 KAIH

Abdul Mu'ti menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Ia meminta pelajar memiliki mental yang kuat dan semangat belajar tinggi untuk mendukung kemajuan bangsa.

"Indonesia Emas 2045 tidak terwujud tanpa ikhtiar sungguh-sungguh,"

Pada kesempatan itu, Mendikdasmen memimpin pembacaan 7 KAIH bersama peserta dan mengajak pelajar mengucapkan Ikrar Pelajar Indonesia. Ia juga menyoroti peran keluarga dan sekolah dalam menerapkan nilai-nilai tersebut.

Nilai-nilai yang ditekankan meliputi sikap hormat terhadap guru dan orang tua serta cinta tanah air. Untuk memperjelas praktik sehari-hari, panitia mendorong sekolah dan orang tua menerapkan 7 KAIH di rumah dan lingkungan sekolah.

Senam Anak Indonesia Hebat dan rekor MURI

Bagian paling meriah adalah pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH). Ribuan murid mengikuti gerakan senam bersama Abdul Mu'ti di lapangan, yang juga sempat memecahkan rekor MURI nasional.

Suasana penuh antusiasme terlihat saat anak-anak bergerak serentak mengikuti instruksi. Kegiatan senam dimaksudkan untuk memupuk kebugaran sekaligus menanamkan semangat kebersamaan sejak dini.

Respon peserta, guru, dan orang tua

Salah satu peserta, Adelia Rahmawati, mengaku gembira bertemu siswa dari sekolah lain dan berpartisipasi dalam kegiatan kolektif tersebut.

"Senang sekali bisa bertemu teman-teman dari sekolah lain,"

Guru SDN Larangan Tokol 1, Masrafah, memberi dukungan penuh terhadap program pembentukan karakter ini. Ia menyatakan sekolah rutin menggelar SAIH setiap Jumat untuk membiasakan murid bergerak dan menerapkan nilai-nilai karakter.

"Murid kami sangat antusias mengikuti senam bersama hari ini,"

Masrafah juga mengajak orang tua untuk mendukung penerapan 7 KAIH di rumah agar nilai-nilai tersebut konsisten diterapkan di lingkungan keluarga.

Implikasi dan langkah ke depan

Penekanan pada pendidikan karakter dan keterlibatan ribuan peserta menunjukkan upaya massif membangun fondasi generasi masa depan. Keberlanjutan program seperti SAIH dan penerapan 7 KAIH di sekolah dan rumah diharapkan mendukung target jangka panjang bangsa menuju 2045.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci untuk mengubah program dan gerakan menjadi kebiasaan yang berdampak pada prestasi dan karakter anak.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait