Wamendikdasmen: Masukkan Bahasa Daerah ke Ekosistem AI
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan pentingnya memasukkan bahasa daerah ke dalam ekosistem digital dan kecerdasan buatan agar terjaga keberlangsungannya. Pernyataan itu disampaikan pada puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional di Gedung Garuda PPSDM Kemendikdasmen. Pemerintah mendorong pengembangan teknologi seperti Large Language Model untuk mendukung penggunaan bahasa daerah secara luas.
Bahasa daerah dan kecerdasan buatan
Atip menilai integrasi bahasa daerah ke layanan digital menjadi langkah strategis pelestarian. Ia meminta pengembangan model bahasa yang mampu memahami dan menghasilkan konten dalam ragam bahasa lokal.
"Bahasa daerah harus masuk ekosistem AI agar tetap relevan,"
Ia menambahkan bahwa upaya simbolik saja tidak cukup. Bahasa perlu hadir dalam interaksi sehari-hari, termasuk di platform digital dan sistem pembelajaran.
"Jika hanya menjadi pelajaran, bahasa daerah akan menjadi kenangan,"
Festival Tunas Bahasa Ibu: tujuan dan pelaksanaan
Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional berlangsung sebagai bagian dari program pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah. Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kemendikdasmen bertepatan dengan perayaan Hari Pendidikan Nasional 2026.
Acara ini diikuti 137 peserta terbaik dari 36 provinsi, yang mewakili 105 bahasa dan dialek. Festival digelar sebagai wadah apresiasi seni, pidato, dongeng, dan pertunjukan budaya anak muda lintas daerah.
Program revitalisasi dan peran pendidik
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyatakan festival menjadi bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah. Program itu mencakup pelatihan guru hingga kegiatan tingkat provinsi untuk memperkuat penggunaan bahasa ibu.
"Tahun ini pendidikan nasional semakin ramah terhadap keberagaman,"
Hafidz menekankan bahwa keberagaman bahasa merupakan kekuatan bangsa dan harus didukung oleh kebijakan pendidikan serta teknologi.
Suara generasi muda
Ratusan anak muda yang hadir membawa semangat mempertahankan bahasa daerah di tengah arus digital. Salah satu peserta, Rahmi Oktavia, siswi kelas IX SMPN 1 Rambah Hilir, mengatakan festival memberi ruang belajar dan kebanggaan menggunakan bahasa ibu.
"Melalui festival ini, kami belajar melestarikan bahasa sekaligus menghargai keberagaman,"
Dengan menggabungkan strategi kebijakan, pelatihan pendidik, dan adopsi teknologi, pemerintah berharap bahasa daerah tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berperan aktif dalam era digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan GNPP: Pelayanan Publik Terintegrasi 24/7
Pemerintah meluncurkan GNPP untuk layanan publik terintegrasi dan meluncurkan simbol 24/7, serta percepatan...
Mensos Bahas Penguatan Tata Kelola Program Sekolah Rakyat dengan ICW
Mensos bertemu ICW membahas penguatan tata kelola Program Sekolah Rakyat untuk cegah korupsi dan perbaiki pe...
LPDS Luncurkan Buku Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia
LPDS meluncurkan buku yang mengangkat jejak lima tokoh perempuan pers Indonesia sebagai catatan sejarah dan...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW di Ulang Tahun Ke-38
LPDS meluncurkan e-Learning UKW saat ulang tahun ke-38 untuk memudahkan akses materi dan coaching bagi calon...
Kemenhut Revisi Permen LHK untuk Percepat Hilirisasi dan Tarik Investasi
Kemenhut menyusun revisi Permen LHK Nomor 8/2021 untuk mempercepat hilirisasi hasil hutan dan menarik invest...
BSPS Berbasis Material Gerakkan Ekonomi Desa
Wamen PKP Fahri Hamzah menyatakan BSPS diubah menjadi bantuan material untuk mendorong ekonomi desa melalui...