Nasional

Korban KM Nurul Salsa Jadi Empat Orang setelah Satu Jenazah Ditemukan

Bagikan:
Evakuasi jenazah setelah tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Sabalana

Korban meninggalKM Nurul Salsa bertambah menjadi empat orang setelah Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah laki-laki pada Kamis, 23 Juli 2026, di sebelah timur laut Pulau Matallang, Kepulauan Sabalana, Flores.

Penemuan jenazah terbaru

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan lokasi penemuan sekitar seratus meter dari bibir pantai Pulau Matallang. Jenazah ditemukan saat penyisiran wilayah sekitar Kepulauan Sabalana.

Evakuasi dan penanganan di lapangan

Tim RIB KN SAR Pacitan mengevakuasi jenazah dan membawanya ke kapal utama untuk tindakan medis serta evakuasi lanjutan. Prosedur identifikasi dan penanganan korban dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Tim RIB KN SAR Pacitan berhasil mengevakuasi satu jenazah laki-laki di timur laut Pulau Matallang pada operasi pencarian. Jenazah selanjutnya dibawa menuju KN SAR Pacitan untuk penanganan lanjutan sesuai prosedur evakuasi dan identifikasi yang berlaku,"

Koordinasi lokasi penyerahan dan opsi evakuasi

Tim SAR Gabungan masih berkoordinasi untuk menentukan lokasi resmi penyerahan jenazah sebelum proses identifikasi oleh petugas berwenang. Opsi evakuasi yang dibahas meliputi pengiriman ke Makassar atau ke Posko Benteng Kepulauan Selayar.

Operasi pencarian terus dilanjutkan

Pencarian korban KM Nurul Salsa dilanjutkan selama masa perpanjangan operasi. Tim melakukan penyisiran sistematis di sekitar Kepulauan Sabalana sambil mengevaluasi cuaca dan arus laut setiap hari untuk memaksimalkan peluang menemukan korban lain.

Identifikasi korban sebelumnya

Sebelumnya, tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan telah mengidentifikasi dua jenazah yang ditemukan di perairan Kepulauan Selayar. Kedua jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kepala Biddokes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, menyebut jenazah pertama teridentifikasi sebagai Hasriati.

"Seorang perempuan berusia 44 tahun, warga Kabupaten Kepulauan Selayar,"

Jenazah kedua teridentifikasi sebagai Bau Intang, seorang perempuan berusia 50 tahun. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari dan data medis.

Operasi SAR akan terus dievaluasi dan disesuaikan berdasarkan kondisi lapangan. Proses identifikasi dan penyerahan jenazah berjalan sesuai prosedur hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada keluarga.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait