Medan Gelar 'Sembang-Sembang Tanah Deli' untuk Perkuat Budaya Melayu
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menggelar forum Sembang-Sembang Tanah Deli sebagai ruang dialog terbuka antara Pemko Medan, Kesultanan Deli, lembaga adat, dan masyarakat. Kegiatan berlangsung di Kedai Kopi Deli, Jalan Dolok Sanggul, Medan, Rabu (17/6) malam, pukul 20.00–23.00 WIB dengan sekitar 80 peserta hadir.
Forum dan peserta
Forum mempertemukan unsur pemerintah kota, perwakilan Kesultanan Deli, tokoh adat, akademisi, dan komunitas budaya dalam tema Penguatan Budaya Melayu Deli. Hadir antara lain Sultan Deli Tuanku Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam; Ketua Komisi III DPRD Kota Medan Afif Abdilah; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sukronedi; Konsulat Malaysia Ridzuan Abdul Djalil; Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Odi Batubara; serta tokoh Melayu dan komunitas budaya setempat.
Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi lintas pemangku kepentingan dalam pelestarian budaya lokal.
Sambutan dan komitmen pemerintah
Kepala Bidang Kebudayaan Kota Medan, Ok Zulfani Anhar, membacakan sambutan Wali Kota Medan yang menegaskan dukungan pemerintah pada pelestarian budaya. Pemerintah kota memandang kebudayaan sebagai bagian esensial pembangunan identitas daerah.
“Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah. Budaya merupakan identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,”
Sorotan narasumber
Forum menghadirkan Prof. Ichwan Azhari dan Datin Dra. Iyes Hakim sebagai pembicara utama. Keduanya menekankan pentingnya penguatan identitas Melayu Deli di tengah dinamika sosial dan budaya yang cepat.
“Penguatan identitas budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi fondasi untuk membangun karakter generasi muda di masa depan,”
“Budaya akan tetap hidup apabila masyarakat merasa memiliki dan terlibat langsung dalam upaya pelestariannya,”
Keduanya mendorong pengenalan budaya kepada generasi muda melalui pendidikan, kegiatan komunitas, dan kolaborasi lintas lembaga.
Interaksi dan tindak lanjut
Diskusi berlangsung dengan format sembang-sembang khas Melayu, bersifat interaktif, dan memberi ruang peserta menyampaikan pandangan serta gagasan pengembangan budaya Kota Medan. Moderator mengapresiasi antusiasme peserta selama dialog berlangsung.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berdialog malam ini. Ini menjadi bukti bahwa menjaga dan melestarikan budaya adalah tanggung jawab bersama,”
Melalui forum ini diharapkan terjalin komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat antara Pemko Medan, Kesultanan Deli, lembaga adat, serta masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya Melayu Deli di Kota Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Putra Putri Bonapasogit 2026: Pemenang dan Harapan Bupati Taput
Putra Putri Bonapasogit 2026 di Tarutung menghasilkan enam pemenang; pemerintah berharap mereka menjadi duta...
Samosir Dapat Irigasi 15 km dan 20 Jembatan lewat Sinergi TNI
Samosir mulai bangun irigasi perpipaan 15 km dan rehabilitasi 20 jembatan lewat sinergi Pemkab, TNI, dan Kem...
Rico Waas Minta Al Jam'iyatul Washliyah Medan Perkuat Peran
Wali Kota Medan Rico Waas mendorong Al Jam'iyatul Washliyah Medan 2026–2031 memperkuat peran dalam agama, pe...
Tabligh Akbar IPHI Sumut Santuni 200 Anak Yatim Pasca Muktamar
PW IPHI Sumut menggelar Tabligh Akbar di Deli Serdang, diikuti ~1.000 jamaah dan santuni 200 anak yatim seba...
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...