Rachmat Pambudy: Selamatkan Tanah, Sungai, dan Laut Indonesia
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy menyerukan tindakan kolektif untuk menyelamatkan tanah, sungai, dan laut sebagai langkah utama pelestarian lingkungan pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026. Pernyataan itu disampaikan Sabtu, 6 Juni 2026, di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, dengan tujuan memperkuat keberlanjutan sektor pangan, air, dan energi.
Inti pesan: tiga fokus sederhana
Rachmat menegaskan bahwa perbaikan lingkungan tidak boleh dilakukan parsial. Ia memaparkan tiga fokus utama yang menurutnya cukup untuk memulai perbaikan lingkungan secara luas.
- Menyehatkan tanah
- Membersihkan sungai
- Menjernihkan laut dari sampah
Menyelesaikan lingkungan di Indonesia cukup 3 saja. Tanahnya disehatkan, sungainya dibersihkan, dan lautnya dijernihkan supaya bebas dari sampah
Ia menekankan bahwa kualitas lingkungan menjadi penentu keberhasilan program pemerintah di sektor pangan, air, dan energi. Oleh karena itu, langkah konkret dan terkoordinasi diperlukan segera.
Gerakan kolektif dan sinergi antar kementerian
Rachmat mengajak seluruh elemen bangsa untuk terlibat dalam gerakan lingkungan yang lebih luas. Menurutnya, keberhasilan Kementerian PPN tak lepas dari dukungan kementerian lain, sehingga sinergi antarlembaga menjadi kunci.
Upaya tersebut harus melampaui seremonial. Rachmat meminta momentum yang tercipta dimanfaatkan untuk mengubah kebijakan dan praktik di lapangan demi memastikan keberlanjutan pembangunan nasional.
Seruan aksi dari Menteri Lingkungan Hidup
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat turut menyerukan perlunya tindakan cepat menghadapi perubahan iklim. Ia menekankan bahwa perbaikan lingkungan tidak bisa semata-mata bergantung pada birokrasi.
Let's act now for climate. Saatnya bekerja untuk iklim
Jumhur menilai gerakan lingkungan harus menjadi gerakan rakyat yang melibatkan masyarakat, swasta, akademisi, dan lembaga pemerintahan. Keterlibatan luas itu penting agar Indonesia dapat menjadi contoh pelestarian lingkungan di level global.
Implikasi dan langkah ke depan
Pernyataan kedua menteri pada peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 memberi sinyal perlunya akselerasi program pelestarian. Fokus pada tanah, sungai, dan laut dapat menjadi prioritas awal yang konkret dan terukur.
Ke depan, pendekatan terpadu—melibatkan kebijakan, pendanaan, dan partisipasi masyarakat—akan menentukan seberapa cepat target lingkungan nasional dapat dicapai. Aksi kolektif yang dimulai sekarang diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi ketahanan pangan, kualitas air, dan keberlanjutan ekosistem laut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PKP Pacu Pembangunan 2.539 Rumah Subsidi di Tangerang
Kementerian PKP percepat pembangunan 2.539 rumah subsidi di Kabupaten Tangerang 2026, dukung lewat BSPS, KUR...
Tiga Taman Nasional Dapat Status PPK-BLU, Kelola Pendapatan Sendiri
Tiga taman nasional—Bromo Tengger Semeru, Komodo, dan Rinjani—resmi berstatus PPK-BLU untuk kelola pendapata...
Menbud Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak
Menbud Fadli Zon mengajak anak melestarikan permainan tradisional saat Festival Generasi Berani untuk kurang...
Prabowo 'Gercep' Revitalisasi SDN Tanggirejo, 131 Siswa Terlayani
Revitalisasi SDN Tanggirejo di Grobogan dimulai 25 Juli 2026; perbaikan menyasar atap, ruang kelas, perpusta...
BULOG Optimis Capai Target 4 Juta Ton Beras
BULOG mencatat pengadaan setara beras 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026; optimistis target 4 juta ton segera...
KUII 2026: Lodewijk Paulus Tegaskan Politik Adalah Ibadah
Lodewijk F. Paulus menyatakan politik sebagai pengabdian, bukan jalan kekuasaan, saat berbicara di KUII VIII...