Menbud Ajak Anak Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak
Kementerian Kebudayaan mengajak anak-anak Indonesia melestarikan permainan tradisional dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026. Ajakan itu diungkapkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat menghadiri Festival "Generasi Berani Exploring – Biarkan Mereka Berlari" di The CIBIS Business Park, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi PP TUNAS, regulasi tata kelola sistem elektronik untuk perlindungan anak.
Festival dan tujuan
Festival bertujuan menyeimbangkan aktivitas anak antara dunia digital dan pengalaman nyata. Penyelenggara menghadirkan beragam kegiatan edukatif yang mendorong anak bermain, bergerak, dan berinteraksi secara langsung. Pendekatan ini diharapkan mengurangi ketergantungan anak pada layar dan memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Permainan tradisional sebagai alat pelestarian
Menteri Kebudayaan menilai permainan tradisional penting untuk pemajuan kebudayaan dan penguatan nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, kekayaan permainan tradisional tersebar di berbagai daerah dan perlu didokumentasikan serta diperkenalkan kembali kepada generasi muda.
Permainan tradisional merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan yang harus terus kita hidupkan. Di tengah perkembangan teknologi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengenal nilai-nilai luhur bangsa.
Fadli Zon menyatakan kementeriannya tengah mengembangkan langkah-langkah untuk mendokumentasikan dan meregistrasi permainan tradisional. Rencana itu termasuk pengembangan museum permainan tradisional Indonesia sebagai salah satu cara memperkenalkan warisan budaya tersebut kepada publik.
Kementerian Kebudayaan tengah mengembangkan berbagai langkah untuk mendokumentasikan, meregistrasi. Serta memperkenalkannya kembali kepada masyarakat, termasuk melalui rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia.
Perlindungan anak di ruang digital
Seiring upaya pelestarian budaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Meutya Hafid menekankan pentingnya perlindungan anak di ruang digital. Ia menyebut pengalaman nyata melalui permainan menjadi kunci tumbuh kembang anak agar berkarakter, kreatif, dan mandiri.
Kita ingin menghadirkan generasi yang tumbuh melalui pengalaman, bukan hanya dari layar digital. Karena itu, perlindungan di ruang digital harus dibarengi dengan semakin banyak kesempatan bagi anak-anak untuk bermain, bergerak, berinteraksi, dan mengenal budaya lokal.
Buku saku dan kolaborasi lintas sektor
Sebagai bagian dari program edukasi, festival meluncurkan Buku Saku Inspirasi Aktivitas Anak dan Keluarga. Buku ini disusun untuk memberi alternatif kegiatan positif di luar paparan layar digital.
- Komunitas orang tua
- Pendidik
- Tenaga kesehatan
- Pemerhati tumbuh kembang anak
Buku saku menghadirkan beragam ide aktivitas keluarga yang menstimulasi perkembangan fisik, sosial, dan budaya anak.
Implikasi dan langkah ke depan
Inisiatif ini menegaskan pendekatan ganda: memperkuat perlindungan anak di ranah digital sekaligus memperluas ruang pengalaman nyata melalui permainan dan kegiatan budaya. Keberlanjutan program bergantung pada kolaborasi lintas sektor untuk dokumentasi, registrasi, dan pengenalan permainan tradisional secara masif. Upaya ini diharapkan menumbuhkan generasi yang lebih memahami identitas budaya sekaligus terlindungi dari risiko digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menteri PKP Pacu Pembangunan 2.539 Rumah Subsidi di Tangerang
Kementerian PKP percepat pembangunan 2.539 rumah subsidi di Kabupaten Tangerang 2026, dukung lewat BSPS, KUR...
Tiga Taman Nasional Dapat Status PPK-BLU, Kelola Pendapatan Sendiri
Tiga taman nasional—Bromo Tengger Semeru, Komodo, dan Rinjani—resmi berstatus PPK-BLU untuk kelola pendapata...
Prabowo 'Gercep' Revitalisasi SDN Tanggirejo, 131 Siswa Terlayani
Revitalisasi SDN Tanggirejo di Grobogan dimulai 25 Juli 2026; perbaikan menyasar atap, ruang kelas, perpusta...
BULOG Optimis Capai Target 4 Juta Ton Beras
BULOG mencatat pengadaan setara beras 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026; optimistis target 4 juta ton segera...
KUII 2026: Lodewijk Paulus Tegaskan Politik Adalah Ibadah
Lodewijk F. Paulus menyatakan politik sebagai pengabdian, bukan jalan kekuasaan, saat berbicara di KUII VIII...
Wamenko Polkam: Peran PBB dalam Konflik Palestina Belum Optimal
Wamenko Polkam Lodewijk Paulus menilai peran PBB dalam penyelesaian konflik Palestina belum optimal; Indones...