Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Lombok Utara Capai 45%
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat progres pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, mencapai 45,42 persen per 29 Mei 2026. Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung proyek di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, untuk mempercepat agar fasilitas bisa digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Kunjungan menteri dan tujuan percepatan
Peninjauan dilakukan Jumat, 29 Mei 2026, sebagai bagian dari upaya mempercepat penyelesaian proyek prioritas pendidikan di NTB. Pemerintah menargetkan sekolah berfungsi minimal pada awal tahun ajaran 2026/2027 agar proses belajar mengajar dapat segera dimulai.
Ini akan jadi tumpuan Sekolah Rakyat di NTB, yang lain masih menghadapi berbagai kendala kesiapan lahan dan akses. Karena itu saya minta progres di sini terus dipercepat agar minimal dapat fungsional sehingga adik-adik kita sudah bisa mulai sekolah di sini
Perkembangan lapangan dan penilaian pimpinan
Kementerian PU menyebut perkembangan proyek di lokasi tersebut signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Lokasi di Desa Gumantar dinilai paling siap dibanding titik pembangunan Sekolah Rakyat lain di NTB.
Bagus, keren, progresnya melesat, saya surprise, nggak ngira secepat ini. Ini sesuai komitmen penyedia jasa dan support dari TNI serta teman-teman di lapangan
Spesifikasi proyek dan anggaran
Sekolah Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Barat dibangun di atas lahan seluas 6,71 hektare. Total luas bangunan mencapai 28.445,78 meter persegi, mencakup berbagai fasilitas pendidikan dan penunjang.
- Gedung SD, SMP, SMA
- Asrama siswa dan guru
- Masjid dan kantin
- Gedung serbaguna dan lapangan olahraga
- Fasilitas penunjang lainnya
Nilai kontrak mencapai Rp241,97 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Upaya percepatan pekerjaan
Untuk mempercepat progres, Kementerian PU menambah alat berat dan tenaga kerja. Pekerjaan dijalankan dalam sistem dua hingga tiga shift agar target selesai lebih cepat.
Selain kontraktor, TNI dan pihak lokal memberikan dukungan logistik dan tenaga di lapangan. Kementerian menilai kolaborasi lintas sektor sebagai kunci penyelesaian proyek prioritas nasional ini.
Saya berterima kasih atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terus bekerja keras di lapangan. Semangat gotong royong seperti ini yang dibutuhkan agar target penyelesaian dapat tercapai
Dampak dan prospek ke depan
Jika progres terus dipacu, sekolah di Lombok Utara diproyeksikan fungsional dan dapat menampung pelajar pada tahun ajaran 2026/2027. Namun, beberapa lokasi lain di NTB masih menghadapi kendala lahan dan akses yang memperlambat pembangunan.
Kelanjutan proyek akan bergantung pada koordinasi penyedia jasa, dukungan logistik, serta kelancaran administrasi anggaran. Penyelesaian tepat waktu di Desa Gumantar bisa menjadi model percepatan untuk titik-titik lain di provinsi tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
MUI Perkuat Persahabatan RI-Palestina Lewat Program Beasiswa
MUI memperkuat persahabatan Indonesia-Palestina lewat program beasiswa bagi pelajar Palestina yang dibiayai...
Operasi SAR KM Nurul Salsa Ditutup, 14 Penumpang Masih Hilang
Operasi SAR KM Nurul Salsa di perairan Selayar ditutup setelah 10 hari; 58 selamat, 4 meninggal, dan 14 masi...
MK Wajibkan Operator Sediakan Pilihan agar Sisa Kuota Tak Hangus
MK memerintahkan operator menyediakan pilihan agar sisa kuota internet tetap aktif dan bisa digunakan hingga...
Menteri PU: Berita ASN Meninggal karena Cuti Ditolak Adalah Hoaks
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kabar ASN meninggal akibat cuti sakit ditolak adalah hoaks; pemeriksaan...
KSP: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hanya Dampingi Petugas Pajak
KSP menegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hanya mendampingi petugas DJP, tanpa kewenangan penagihan atau pe...
Kepala BGN Ajak Masyarakat dan Media Awasi Program MBG
Kepala BGN Sudaryono mengajak masyarakat dan media mengawal Program Makan Bergizi Gratis demi layanan sesuai...