Nasional

Mensos: Sekolah Rakyat Penuhi Hak Anak dan Jangkau Anak Rentan

Bagikan:
Menteri Sosial Saifullah Yusuf berbicara pada Talkshow Hari Anak Nasional tentang Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Sekolah Rakyat menjadi upaya pemerintah untuk memenuhi hak anak atas pendidikan yang layak dan lingkungan belajar berkualitas.

Pernyataan itu disampaikan saat Talkshow Spesial Hari Anak Nasional di Jakarta pada 20 Juli 2026 malam. Acara menghadirkan juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pakar neurosains, serta pemerhati anak.

Sekolah Rakyat: konsep dan sasaran

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama tanpa seleksi akademik untuk penerimaan siswa. Program ini menargetkan anak yang belum sekolah, putus sekolah, dan berisiko putus sekolah agar mendapat kesempatan belajar setara.

Menurut Mensos, model berasrama memfasilitasi pemulihan keterlambatan pendidikan dan memberikan lingkungan belajar terstruktur. Dengan demikian, program bertujuan memperbaiki prospek masa depan peserta didik.

Data siswa dan dampak sosial

Gus Ipul mengutip data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan hampir empat juta anak belum atau berisiko terputus pendidikan. Oleh sebab itu, Sekolah Rakyat dipandang sebagai solusi untuk menjangkau kelompok tersebut.

Ia menyebut lebih dari 65 persen orang tua siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu, dengan tingkat pendidikan rata-rata lulusan sekolah dasar. Program diharapkan meningkatkan taraf hidup keluarga dan melahirkan agen perubahan lokal.

Perlindungan anak dan tantangan teknologi

Mensos juga menekankan tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi. Ia mengatakan pemerintah perlu memperkuat layanan perlindungan, pendampingan, serta rehabilitasi bagi anak-anak yang rentan.

"Dengan adanya kemajuan teknologi, tantangan-tantangan kita dalam rangka memberikan perlindungan, pendampingan, dan kadang-kadang juga dibutuhkan rehabilitasi. Ini menjadi hal yang penting,"

Prioritas kebijakan: keluarga rentan

Selaras arahan Presiden, program memprioritaskan penguatan keluarga rentan, terutama pada desil 1 dan desil 2. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketimpangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Bagaimana kita mempersiapkan keluarga-keluarga rentan, di desil 1, desil 2, keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Salah satu pekerjaan rumah besar bangsa kita hari ini adalah masalah ketimpangan,"

Tantangan pelaksanaan dan transparansi

Mensos mengakui masih ada permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial dan pemenuhan hak anak yang belum tuntas. Pemerintah terbuka terhadap masalah ini dan mendesak solusi berbasis kebutuhan masyarakat.

"Kita jujur dan terbuka bahwa memang masih ada bansos yang belum tepat sasaran. Kita jujur dan terbuka banyak anak-anak kita yang belum sekolah, belum memperoleh perlindungan, belum memperoleh pendampingan, dan untuk itu harus dicarikan solusi,"

Dengan momentum Hari Anak Nasional, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memastikan anak memperoleh pendidikan yang aman dan berkualitas. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat menjadi bagian nyata dalam mengatasi ketimpangan dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak paling rentan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait