Menteri Sosial Kunjungi Sekolah Rakyat di Aceh Besar
Aceh Besar — Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendampingi Open House Sekolah Rakyat Sentra Darussa'adah di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Senin (8/6). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan optimal dan menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah ikut mendampingi, didampingi Bupati Aceh Besar Muharram Idris serta Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Tgk. H. Faisal Ali dan sejumlah pejabat daerah.
Kunjungan dan sambutan
Kedatangan Mensos disambut antusias oleh siswa, orang tua, dan tenaga pendidik yang memadati lingkungan sekolah. Saifullah Yusuf menyatakan kebahagiaannya karena dapat melihat langsung pelaksanaan program. Ia menilai perkembangan Sekolah Rakyat menunjukkan hasil positif di berbagai wilayah Indonesia.
"Saya bergembira karena secara umum pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menyukseskan program ini sebagaimana arahan Presiden," ujar Saifullah Yusuf.
Dukungan Pemerintah Aceh
Wakil Gubernur Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas hadirnya program ini di Aceh. Ia menilai Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah Aceh berkomitmen mendukung implementasi agar memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia.
"Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden, Kemensos dan seluruh unsur pemerintah pusat yang telah menghadirkan Sekolah Rakyat di Aceh. Program ini sangat membantu masyarakat dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu," kata Fadhlullah.
Rincian Program Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah menghadirkan pendidikan berasrama gratis untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung negara agar proses belajar tidak terbebani masalah ekonomi.
- Biaya pendidikan: ditanggung negara.
- Asrama dan konsumsi: fasilitas tempat tinggal dan makan disediakan gratis.
- Layanan kesehatan: pemeriksaan dan pengobatan sesuai kebutuhan siswa.
- Kebutuhan pendukung: seragam, alat tulis, dan fasilitas pembelajaran.
Dampak dan prospek
Pejabat daerah menilai program ini memberi manfaat signifikan bagi anak-anak prasejahtera. Bupati Aceh Besar Muharram Idris menyatakan komitmennya mendukung keberlanjutan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan terus berkoordinasi agar lulusan dapat menjadi generasi berilmu, berkarakter, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.
Dengan dukungan berkelanjutan, Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan memperkuat akses pendidikan inklusif dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polisi Tapanuli Tengah Tangkap Pelaku Curanmor Saat Akan Jual Motor
Satreskrim Polres Tapanuli Tengah menangkap AS (20) yang diduga hendak menjual motor curian, setelah motor H...
Polrestabes Medan Tangkap Mahasiswa Pengedar Vape Getar
Polrestabes Medan menangkap mahasiswa MZ (21) dan menyita 488 bungkus Vape Getar merek Squid Game setelah me...
Sekda Medan Wiriya Pensiun 1 Agustus 2026, Erfin Muncul sebagai Kandidat Plt
Sekda Medan Wiriya Alrahman purna tugas 1 Agustus 2026; nama Kepala Inspektorat Erfin Fahrurrazi muncul seba...
DPRD Medan Kritik Pendataan Bantuan, Warga Medan Deli Banyak Belum Tercatat
Anggota DPRD Medan mengkritik pendataan bantuan sosial yang membuat banyak warga Medan Deli belum terdata, d...
Dugaan Pungli P3-TGAI di Mandailing Natal Rp840 Juta
Dugaan pungli mewarnai P3-TGAI Mandailing Natal: Rp60 juta per kelompok hingga total sekitar Rp840 juta dari...
DPRD Medan Gelar Reses di Marelan, Tampung Keluhan Infrastruktur
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini menggelar reses di Marelan, 25-26 Juli 2025, menampung keluhan soal jal...