Politik

Sekarkijang Creative Fest 2026 Dorong UMKM Sekarkijang Naik Kelas

Bagikan:
Panggung pembukaan Sekarkijang Creative Fest 2026 di Gesibu Blambangan

BANYUWANGI — Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Jember pada 16-19 Juli 2026. Acara dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Jumat malam di Gesibu Blambangan dan menghadirkan puluhan pelaku ekonomi kreatif dari lima kabupaten Sekarkijang: Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas serta memperluas akses pasar melalui kolaborasi, digitalisasi, dan penguatan kapasitas.

Ruang kolaborasi kreativitas dan kewirausahaan

Ipuk menyatakan SCF menjadi wadah bagi kreativitas, budaya, dan inovasi kewirausahaan masyarakat Sekarkijang. Menurutnya, kegiatan ini dapat mengangkat kembali produk kreatif lokal dan membangun sinergi antar kabupaten. Tema yang diusung, Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh dan Berdaya Saing, dinilai relevan menghadapi persaingan pasar yang kini juga melibatkan ekosistem.

Kegiatan ini diharapkan mampu mengungkit kembali karya-karya kreatif dari masyarakat di seluruh wilayah Sekarkijang. Terimakasih kepada BI Jember yang sudah membangun sinergi dengan seluruh kabupaten yang ada di Sekarkijang — Ipuk Fiestiandani

Ipuk menekankan bahwa UMKM harus tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun identitas merek dan kepercayaan konsumen. Ia berharap banyak usaha lokal bisa bertransformasi dari penjualan konvensional ke penjualan digital hingga tembus pasar nasional maupun internasional.

Rangkaian kegiatan dan persiapan sejak awal tahun

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad, menjelaskan bahwa rangkaian SCF sudah dimulai sejak Januari 2026. Kegiatan meliputi kurasi UMKM, pelatihan, capacity building, studi tiru, promosi, dan pameran produk di lima kabupaten. Puncak kegiatan kemudian digelar di Banyuwangi dan dikolaborasikan dengan penyelenggaraan BEC.

Sejak Kamis kemarin sudah diisi berbagai kegiatan. Mulai urusan UMKM sampai ekonomi kreatif. Seperti Desain Motif Batik Sekarkijang dan Singing Competition — Achmad

Agenda puncak di Banyuwangi mencakup pembukaan festival, gelaran BEC, Sekarkijang Got Talent, serta acara malam seni. Sekarkijang Got Talent digelar oleh BI Jember sebagai ajang pencarian bakat dengan format mirip America's Got Talent, menampilkan kemampuan menyanyi, sulap, dan stand up comedy.

Agenda olahraga, promosi, dan penutup

Pagi hari tanggal 19 Juli menjadi puncak aktivitas olahraga dengan event lari SCF Waqf Run 5K. Selama festival berlangsung, panitia juga menyelenggarakan kegiatan pendukung seperti operasi pasar murah untuk mengendalikan inflasi, serta fasilitasi digitalisasi pemasaran dan pembayaran melalui QRIS bagi UMKM.

Rangkaian BEC akan ditutup malam hari pada 19 Juli dengan Konser Musik BEC dan pengumuman Best Costume BEC di Gesibu Blambangan mulai pukul 19.00 WIB. Penutupan diharapkan menandai berakhirnya pekan festival sekaligus menjadi momentum bagi UMKM untuk menyusun langkah komersialisasi jangka panjang.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait