Kemenbud Siapkan Buku Sejarah Majapahit dan Film Perjuangan 1945–1950
Kementerian Kebudayaan mengumumkan rencana proyek penulisan sejarah baru yang meliputi penyusunan buku komprehensif tentang Majapahit dan pengembangan film tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada periode 1945 hingga 1950. Pengumuman itu disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Jakarta Pusat pada Senin, 31 Agustus 2026, sebagai tindak lanjut dari seri Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global.
Rencana buku Majapahit dan kerajaan besar lain
Menteri mengatakan seri buku yang telah terbit bukan akhir dari upaya memperkaya historiografi nasional. Dia menilai masih banyak periode yang perlu pengkajian lebih mendalam.
"Buku ini adalah khayal, baru garis besar saja. Kita harapkan kemudian akan diteruskan oleh para sejarawan lain, para penulis lain, dan peneliti lain,"
Dalam rencana lanjutan, Kementerian akan memprioritaskan penulisan sejarah Majapahit secara lebih mendetail. Menurutnya, pembahasan selama ini dinilai belum menggambarkan kebesaran kerajaan dalam berbagai aspek.
"Kita selalu bicara Majapahit besar, tapi bukunya tipis-tipis, tidak komprehensif. Jadi bukunya itu harus banyak untuk menunjukkan bagaimana kebesarannya dengan segala aspek yang dibandingkan,"
Selain Majapahit, Kementerian juga mempertimbangkan penulisan sejarah kerajaan besar lain. Rencana tersebut mencakup:
- Sriwijaya
- Samudra Pasai
- Padjadjaran
Pengembangan film perjuangan 1945–1950
Kementerian tidak membatasi penyebaran sejarah hanya lewat buku. Mereka mendorong produksi film sejarah untuk menjangkau publik lebih luas. Fadli Zon menyatakan beberapa skenario telah dibahas bersama produser dan sutradara.
"Peran mempertahankan kemerdekaan ini, selain kepenulisan bukunya, juga pada tahun lalu kita sedang membuat film-filmnya. Tahun ini mungkin baru sampai syuting produksi, tahun depan kita akan meluncurkan filmnya,"
Fadli menegaskan keterlibatan sejarawan tetap diperlukan dalam produksi agar fakta-fakta penting menjadi dasar cerita. Pendekatan ini diharapkan memudahkan masyarakat mengenal sejarah selain melalui bacaan akademis.
Tujuan dan dampak
Kementerian menjelaskan proyek-proyek tersebut bertujuan memperluas akses publik terhadap sejarah Indonesia dan memperkuat pemahaman serta kecintaan terhadap warisan bangsa. Inisiatif ini juga membuka ruang bagi penulis, peneliti, dan pelaku perfilman untuk berkolaborasi.
Dengan kombinasi buku akademis dan media populer, Kementerian berharap narasi sejarah menjadi lebih kaya dan lebih mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Proyek lanjutan akan bergantung pada kontribusi komunitas akademik dan industri kreatif.
Langkah ini menunjuk pada arah kebijakan kebudayaan yang menekankan kelengkapan kajian historis dan kerjasama antar-pemangku kepentingan untuk menyajikan sejarah yang lebih utuh dan menarik bagi publik luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...