Nasional

SBY Temukan Kebahagiaan Lewat Melukis, Pameran Dibuka di TIM

Bagikan:
Susilo Bambang Yudhoyono melukis dalam pameran seni di Taman Ismail Marzuki

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menemukan kebahagiaan melalui aktivitas melukis. Pameran seni kolaborasi yang menampilkan karyanya dibuka pada Selasa, 18 Agustus 2026, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Menurut putranya, Agus Harimurti Yudhoyono, melukis membantu SBY menyalurkan perasaan dan menjalani kehidupan setelah masa duka atas kepergian Ani Yudhoyono.

SBY dan proses menemukan kembali semangat

Agus Harimurti Yudhoyono menjelaskan bahwa seni lukis menjadi sarana penting bagi ayahnya untuk bangkit dari kesedihan. Kegiatan itu bukan sekadar hobi, melainkan medium ekspresi yang memberi arti dan semangat baru.

Karena kami juga berbahagia dan bersyukur ketika beliau kembali menemukan kebahagiaan melalui melukis. Itu membuat kami lega sekaligus bahagia melihat beliau kembali menemukan semangat dalam menjalani kehidupan.

Pernyataan itu disampaikan Agus saat memberikan sambutan dalam Opening Ceremony Pameran Art for Peace and a Better Future: Collaboration di Taman Ismail Marzuki. Keluarga menyambut positif perubahan suasana hati SBY sejak menekuni karya seni.

Kekhawatiran keluarga dan peran seni

Agus menyatakan keluarga sempat khawatir mengenai kondisi fisik dan psikologis SBY setelah kehilangan Ani Yudhoyono. Karena itu, menemukan cara mengekspresikan rindu dan duka menjadi prioritas.

Jangan sampai kita tidak punya pilihan ketika sedang bersedih. Hati-hati kalau tidak punya pilihan untuk melampiaskan kegelisahan atau kerinduan atau kehilangan lain.

Menurut Agus, seni lukis menyediakan pilihan tersebut. Dengan fokus dan passion, SBY menyalurkan seluruh perhatian pada proses berkarya sehingga mampu mengurangi beban batin dan menjaga kesehatan.

Pameran di Taman Ismail Marzuki

Pameran yang berlangsung di kawasan seni Jakarta Pusat menampilkan karya-karya yang lahir dari periode refleksi pribadi SBY. Acara pembukaan pada 18 Agustus 2026 dihadiri anggota keluarga dan pihak terkait, yang menyatakan kebanggaan melihat SBY aktif berkarya kembali.

Kami khawatir kalau Pak SBY yang kita cintai terus berlarut-larut dalam duka dan kehilangan. Kami khawatir bagaimana kesehatan beliau.

Agus menegaskan bahwa ketika SBY memiliki keinginan, ia menjalankannya dengan penuh dedikasi dan perhatian. Hal ini tercermin pada kualitas karya yang dipamerkan.

Makna dan langkah ke depan

Perjalanan SBY melewati duka melalui seni memberi contoh bagaimana aktivitas kreatif dapat berperan dalam proses penyembuhan. Pameran ini juga membuka ruang diskusi tentang peran seni dalam kesehatan mental lansia dan tokoh publik.

Ke depan, pameran yang menyorot karya-karya hasil proses emosional seperti ini berpotensi mendorong program serupa untuk mendukung pemulihan psikologis di masyarakat.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait