Pelepasan Satgas Pamtas Yonif 122/TS ke Perbatasan RI-PNG 2026
Pematangsiantar, Simalungun — Wakil Wali Kota Pematangsiantar Herlina, mewakili Wali Kota Wesly Silalahi, bersama Danyonif 122/Tombak Sakti Letkol Inf Jati Yuli Ardiputra melepas keberangkatan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI dengan Papua Nugini untuk tugas TA 2026 pada Selasa (30/6).
Pelepasan Satgas di Mako Yonif 122/TS
Acara berlangsung di lapangan Mako Yonif 122/TS di Jalan Melanthon Siregar, Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Pejabat daerah dan pimpinan satuan hadir memberi penghormatan sebelum rombongan berangkat.
Upacara formal dilanjutkan dengan tradisi adat dan doa bersama untuk keselamatan seluruh personel selama penugasan.
Arahan dan pesan pemkot
Atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar, Herlina menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit Yonif 122/TS yang diberangkatkan menjaga perbatasan. Ia menekankan pentingnya disiplin, soliditas, dan profesionalisme selama bertugas.
"Penugasan ini merupakan amanah yang mulia sekaligus wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. Saya berpesan kepada seluruh prajurit TNI agar menjunjung tinggi disiplin, menjaga solidaritas, mengutamakan profesionalisme serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat di daerah penugasan,"
Herlina melanjutkan pesan agar prajurit menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan bersikap humanis, serta menjaga nama baik TNI, satuan, dan daerah asal.
Doa, dukungan keluarga, dan harapan
Pemkot menyampaikan terima kasih atas pengabdian prajurit dan berharap doa keluarga menjadi penyemangat. Herlina mengajak masyarakat mendoakan keselamatan dan keberhasilan misi.
Harapan yang disampaikan antara lain:
- Kesehatan dan keselamatan seluruh personel;
- Kelancaran dalam melaksanakan tugas di perbatasan;
- Kepulangan membawa keberhasilan dan kebanggaan bagi bangsa.
Tradisi adat: Boras si Pirni Tondi
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan tradisi Simalungun menaburkan beras di atas kepala, dikenal sebagai Boras si pirni tondi. Dalam adat setempat, beras diletakkan di ubun-ubun sebagai simbol doa agar penerima terhindar dari mara bahaya.
Praktik ini dimaknai sebagai upaya spiritual untuk membersihkan dan melindungi personel sebelum berangkat menjalankan tugas negara.
Semua rangkaian pelepasan menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, institusi militer, dan masyarakat dalam mendukung tugas pengamanan perbatasan, sambil berharap personel kembali dalam keadaan selamat dan sukses.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...