BPOM Luncurkan SAPA Semesta Percepat Perizinan UMKM Pangan
BPOM meluncurkan program SAPA Semesta untuk mempercepat perizinan UMKM pangan olahan tanpa mengurangi standar keamanan. Peluncuran dilakukan bersama Kementerian UMKM di Kantor BPOM, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026. Program menargetkan pendampingan bagi sekitar 4,3 juta pelaku UMKM pangan, sementara saat ini layanan BPOM baru menjangkau sekitar 1,6 juta usaha.
Tujuan dan cakupan SAPA Semesta
Program ini bertujuan mempercepat proses naik kelas perizinan dari P-IRT ke izin MD sehingga produk dapat dipasarkan lebih luas. BPOM beralasan jutaan UMKM lain masih memerlukan pendampingan teknis agar memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan label. Dengan demikian, akses pasar nasional dan potensi ekspor menjadi lebih terbuka.
Target regulasi dan waktu penyelesaian
BPOM menyatakan sedang menyusun regulasi pendukung yang ditargetkan rampung tahun ini. Penyelesaian aturan tersebut diharapkan mempercepat proses perizinan massal dan membantu sekitar tiga juta UMKM yang belum memperoleh izin edar.
"Kami berharap Badan POM hadir. Hadirnya dalam hal apa? Bisa mempercepat, tapi jangan menurunkan standar,"
Kolaborasi lintas sektor
Untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha, BPOM akan bekerja sama dengan Kementerian UMKM dan perguruan tinggi. Kolaborasi ini mencakup pembinaan teknis, pengujian produk, dan pendampingan administrasi perizinan. Selain pangan olahan, pendampingan juga diperluas ke sektor lain seperti kosmetik.
Dampak bagi UMKM
Naiknya status perizinan dari P-IRT ke MD memberi akses distribusi yang lebih luas. Produk berizin MD dapat dipasarkan ke seluruh Indonesia dan berpeluang masuk pasar ekspor. BPOM berharap peta jalan ini memperkuat daya saing produk nasional serta mempercepat pertumbuhan usaha mikro dan kecil.
Langkah selanjutnya
BPOM menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara percepatan layanan dan standar keamanan. Untuk informasi resmi dan panduan teknis, pelaku UMKM dapat mengakses kanal Badan POM atau mengikuti program pendampingan yang diumumkan oleh Kementerian UMKM.
Penutup: SAPA Semesta diproyeksikan menjadi salah satu inisiatif strategis untuk meningkatkan akses pasar dan kualitas produk UMKM, asalkan regulasi pendukung selesai dan pelaksanaan pendampingan berjalan terukur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...