Lokal

SAPA ANAK & SIGMATRA: Deteksi Trauma Anak Pascabanjir di Sei Rotan

Bagikan:
Tim peneliti dan mitra sosialisasi SAPA ANAK dan SIGMATRA di Desa Sei Rotan

Percut Sei Tuan — Tim dosen Universitas Negeri Medan (UNIMED) bersama dosen AKPER Gita Matura Abadi Kisaran mengadakan sosialisasi hasil penelitian di Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan memperkenalkan dua inovasi teknologi untuk deteksi dan pemetaan trauma psikologis anak pascabencana banjir: SAPA ANAK dan SIGMATRA.

SAPA ANAK: sistem deteksi dini

SAPA ANAK dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web untuk identifikasi awal kondisi psikologis anak setelah banjir. Sistem ini menggunakan instrumen Child Trauma Screen (CTS) sebagai alat skrining untuk mengetahui tingkat trauma yang dialami anak.

Dengan SAPA ANAK, proses skrining berjalan lebih sistematis dan terdokumentasi. Hasil pengisian dapat diolah otomatis sehingga memberikan gambaran awal kondisi psikologis individu. Informasi ini dimaksudkan untuk membantu pihak desa, tenaga kesehatan, serta pendidik dalam menentukan tindak lanjut yang tepat bagi anak yang membutuhkan.

SIGMATRA: WebGIS untuk pemetaan dan prioritas

SIGMATRA adalah sistem penunjang keputusan berbasis Web Geographic Information System (WebGIS). Sistem ini mengintegrasikan data penilaian trauma dengan informasi spasial wilayah sehingga hasil evaluasi dapat divisualisasikan dalam bentuk peta digital.

SIGMATRA membantu menunjukkan persebaran tingkat trauma dan menentukan wilayah prioritas intervensi. Dengan demikian, pengambilan kebijakan tidak hanya berdasar jumlah anak terdampak, tetapi juga mempertimbangkan tingkat keparahan trauma per wilayah.

Fungsi dan manfaat kedua sistem

Kedua inovasi dirancang saling melengkapi; dari identifikasi individu hingga dukungan pengambilan keputusan tingkat wilayah. Secara ringkas, manfaat yang diharapkan meliputi:

  • Peningkatan kecepatan deteksi kasus trauma anak.
  • Dokumentasi data yang terstruktur dan mudah diakses.
  • Pemetaan spasial untuk menentukan prioritas intervensi.
  • Dasar data bagi kebijakan pemulihan kesehatan mental berbasis bukti.

Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah desa

Sosialisasi di Desa Sei Rotan menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menerapkan hasil penelitian. Tim peneliti memaparkan latar belakang pengembangan, fungsi aplikasi, dan cara pemanfaatan SAPA ANAK serta SIGMATRA dalam konteks lokal.

Peran pemerintah desa dinilai krusial untuk mendukung pelaksanaan penelitian, memperkenalkan teknologi ke masyarakat, dan menjamin keberlanjutan implementasi di tingkat desa.

Prospek pemanfaatan dan pengembangan

Bencana banjir meninggalkan dampak psikologis yang dapat memengaruhi perkembangan anak. Implementasi SAPA ANAK dan SIGMATRA memberi alat untuk deteksi dini dan perencanaan intervensi yang lebih terarah. Tim peneliti berharap kedua sistem terus dikembangkan dan diadopsi sebagai model penanganan kesehatan mental anak pascabencana, sehingga intervensi menjadi lebih cepat, tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait