Lokal

Proyek Strategis Padanglawas Terancam Molor, Beberapa Belum Rampung

Bagikan:
Pekerjaan konstruksi jembatan dan jalan di Kabupaten Padanglawas

Padanglawas — Beberapa proyek strategis Pemerintah Kabupaten Padanglawas diperkirakan tidak selesai sesuai jadwal kontrak pada 2026. Temuan lapangan menunjukkan beberapa paket pekerjaan baru mencapai sekitar 30 persen progres.

Proyek yang teridentifikasi tertunda

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Palas mengidentifikasi sejumlah proyek infrastruktur utama yang berisiko molor. Prioritas proyek itu tercantum dalam SK Bupati nomor 100.3.1.2/206/12/20 tentang proyek strategis Kabupaten Padanglawas Tahun Anggaran 2026.

  • Jembatan Sungai Sosa, Desa Pasir Jae, Kecamatan Sosa Julu — anggaran Rp18.500.000.000.
  • Jembatan Sungai Siabu, Desa Batang Bulu Baru, Kecamatan Barumun Selatan — anggaran disebut Rp14.000.000.000; nilai kontrak tercatat Rp13.837.000.000.
  • Rehabilitasi Jembatan Gantung, Desa Sabarimba, Kecamatan Barumun Baru — anggaran Rp2.500.000.000.
  • Pembangunan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Padanglawas — anggaran sekitar Rp5.000.000.000; nilai kontrak tercatat Rp4.956.600.000, pelaksana CV Mister Habibi.

Status progres dan pekerjaan yang selesai

Hanya satu paket yang dilaporkan tuntas hingga kini, yaitu Rekonstruksi Jalan Sp.Provinsi (Nagabonar) Trans PIR Sosa II dengan nilai kontrak Rp9.580.000.000. Proyek lain umumnya masih berada di kisaran 30 persen progres pekerjaan di lapangan.

Respons Dinas PUTR

Kepala Dinas PUTR Palas, Ir. Sarlen Ibrahim ST MM, melalui Kabid Program Syafrin Hasibuan ST, membenarkan ada sejumlah proyek strategis untuk peningkatan jalan dan jembatan pada 2026. Syafrin menegaskan bahwa satu paket telah rampung.

"Sampai saat ini baru pelaksanaan proyek Rekonstruksi jalan Sp.Provinsi (Nagabonar) Trans PIR Sosa II dengan nilai kontrak Rp9.580.000.000 yang sudah rampung," kata Syafrin.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Palas, Saparuddin, juga mengakui keterlambatan progres pada beberapa paket. Dia mengatakan dinas sudah memberi peringatan kepada kontraktor yang tidak sesuai tahapan.

"Namun Dinas PUTR telah memberi peringatan kepada pihak rekanan yang progres pekerjaannya tidak sesuai tahapan, supaya berusaha maksimal menuntaskan pekerjaan proyek sesuai jadwal kontrak," kata Saparuddin.

Dampak dan pertanyaan yang muncul

Keterlambatan proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang kapasitas pelaksana dan kesiapan pengelolaan proyek. Terutama untuk paket Kantor Dinas Kesehatan yang dikerjakan CV Mister Habibi dan tercatat progres di bawah 30 persen.

Ke depan, fokus pengawasan terhadap kontraktor dan percepatan realisasi anggaran menjadi kunci agar proyek strategis itu selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait