Ryamizard Ryacudu Wafat, Tokoh Militer dan Mantan Menhan Tutup Usia
Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan RI periode 2014-2019, meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 14.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta. Ia wafat pada usia 76 tahun dan dikenal sebagai tokoh militer yang menjadi tauladan banyak pihak.
Respons Rekat Indonesia
Ketua Umum Rekonsiliasi Masyarakat Indonesia (Rekat Indonesia), Heikal Safar, menyatakan duka cita mendalam atas kepergian Ryamizard. Menurut Heikal, almarhum selama ini aktif memperjuangkan semangat persatuan bangsa melalui organisasi yang dipimpinnya.
"Selain itu Almarhum Ketua Dewan Pembina Rekat Indonesia Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu wafat pada usia 76 tahun. Almarhum dikenal sebagai sosok pejuang yang sangat humanis dan sangat merakyat,"
Heikal menyebut langkah-langkah strategis almarhum dalam membangun Organisasi Masyarakat Rekat Indonesia Raya telah memberi kontribusi nyata. Ia menilai upaya itu berfokus pada rekonsiliasi dan menjaga persatuan di seluruh nusantara.
Ia menegaskan akan melanjutkan program dan visi yang ditinggalkan Ryamizard. Heikal juga mendoakan agar almarhum mendapat keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Persepsi TNI AD terhadap Kepergian Ryamizard
Keluarga Besar TNI Angkatan Darat menyampaikan kehilangan besar atas wafatnya Ryamizard. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono, menyoroti dedikasi panjang almarhum dalam pengabdian kepada negara.
“Mengabdi kepada negara melalui berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI maupun pemerintahan. Pengabdiannya dengan penuh loyalitas, dedikasi, dan semangat pengabdian yang tinggi,” ujar Donny.
Ucapan duka datang dari berbagai unsur militer dan sipil. Banyak pihak menyorot peran Ryamizard dalam menjaga stabilitas dan merangkul elemen anak bangsa.
Jejak Karier dan Warisan
Ryamizard mengawali karier di lingkungan militer dan kemudian menempati sejumlah posisi strategis. Keputusan dan kebijakan yang diambilnya saat menjabat memberi dampak pada tata kelola pertahanan dan hubungan sipil-militer.
Warisan almarhum tidak hanya berada pada catatan jabatan formal, tetapi juga pada citra sebagai tokoh yang dianggap humanis dan merakyat. Organisasi yang didirikannya menjadi salah satu medium perjuangan untuk memperkuat persatuan nasional.
Impak dan Prospek Ke Depan
Kepergian Ryamizard menyisakan tantangan bagi organisasi dan institusi yang dipimpinnya. Para pengganti diharapkan meneruskan program rekonsiliasi dan menjaga hubungan harmonis antar elemen bangsa.
Seiring proses duka dan upacara yang akan berlangsung, perhatian publik tertuju pada bagaimana warisan nilai-nilai integrasi yang diperjuangkannya dipertahankan oleh penerus.
Berita Terkait
Bakom RI Tegaskan Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Bermanfaat
Bakom RI: kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke luar negeri mengutamakan asas kemanfaatan dan memberi man...
Ryamizard Ryacudu Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata Besok
Ryamizard Ryacudu dimakamkan secara militer di TMP Kalibata pada Senin, 1 Juni 2026, menyusul upacara pelepa...
KPAI: Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es
KPAI menyebut kekerasan seksual di pesantren sebagai fenomena gunung es, menyusul penetapan pemimpin pondok...
Pemerintah Pastikan Pengelolaan PT DSI Berjalan Transparan
Pemerintah menjamin PT DSI dikelola transparan dan akuntabel; masa transisi ekspor dimulai 1 Juni hingga 31...
KemenPPPA Perkuat Peran Keluarga Cegah Radikalisme pada Anak
KemenPPPA minta keluarga jadi garis depan pencegahan radikalisme pada anak, serta percepat UPTD PPA, rumah a...
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2
Kemnaker membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2 untuk 24 kejuruan; daftar lewat Skillhub hing...