Gua Safarwadi dan Jomblang: Ziarah, Petualangan, dan Cahaya Surga
Gua Safarwadi di Tasikmalaya dan Gua Jomblang di Gunungkidul menawarkan pengalaman wisata berbeda: ziarah bersejarah dan petualangan alam bawah tanah. Keduanya ramai dikunjungi sepanjang tahun karena nilai spiritual, keunikan geologi, dan atraksi alami yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Nilai sejarah dan kegiatan ziarah di Gua Safarwadi
Gua Safarwadi terletak di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Tempat ini dikenal sebagai lokasi ziarah yang terkait dengan perjalanan dakwah Syekh Abdul Muhyi dan menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah.
Kasepuhan Pamijahan, KH Endang Adjidin, menjelaskan bahwa gua itu dipakai untuk berkhalwat dan kemudian menjadi pusat pembentukan perkampungan setempat. Pernyataan beliau disampaikan pada Minggu, 31 Mei 2026.
“Setelah beliau berkhalwat di gua itu sebagai gurunya Syekh Abdurrauf untuk meningkatkan ilmu, beliau keluar dari gua setelah selesai. Membuka perkampungan di antar gua yang sekarang letaknya menjadi Kampung Desa Pamijahan, dikenal dulunya diberi nama oleh beliau Kampung Safarwadi,”
KH Endang menambahkan kunjungan peziarah hampir terjadi setiap hari. Peningkatan jumlah pengunjung biasanya terlihat pada bulan-bulan kalender Hijriyah seperti Rabiul Awal, Syaban, Rajab, dan Muharam. Selain ziarah, pengunjung mengikuti doa bersama, tawasul, salawat, dan istigasah di kawasan tersebut.
Petualangan dan fenomena cahaya di Gua Jomblang
Gua Jomblang berada di Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, dan merupakan bagian dari kawasan karst Gunung Sewu. Bentuk geologis collapse doline menciptakan hutan purba di dasar gua yang masih terjaga hingga kini.
Pemandu wisata setempat menjelaskan bahwa daya tarik utama adalah fenomena ray of light—cahaya matahari yang menembus lubang gua dan menerangi bagian dasar goa pada jam tertentu.
"Sinarnya itu mulai tampak jam setengah sebelas, jam sebelas sampai jam satu siang. Jadi kalau lebih pagi tidak bisa ya,"
Pengunjung juga dapat melihat berbagai ornamen gua seperti stalaktit, stalagmit, rimstone, gourdam, dan mutiara goa. Pengelola membuka kunjungan setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. Tiket tersedia daring atau di lokasi bila kuota masih tersedia.
Untuk keselamatan, kunjungan dibatasi maksimal 80 orang per hari. Wisatawan mendapatkan perlengkapan keselamatan sebelum menuruni vertical shaft sedalam sekitar 60 meter.
Potensi dan pilihan pengalaman wisata
Gua Safarwadi dan Gua Jomblang memperlihatkan ragam potensi wisata Indonesia. Masing-masing menawarkan nilai berbeda: Safarwadi menonjolkan dimensi sejarah dan religi, sementara Jomblang menawarkan pengalaman edukatif dan sensasi petualangan alam bawah tanah.
Dengan demikian, kedua destinasi ini layak dipertimbangkan untuk wisata ziarah, studi geologi, maupun ekowisata—menggabungkan aspek spiritual, edukasi, dan konservasi alam.
Berita Terkait
Bakom RI Tegaskan Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Bermanfaat
Bakom RI: kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke luar negeri mengutamakan asas kemanfaatan dan memberi man...
Ryamizard Ryacudu Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata Besok
Ryamizard Ryacudu dimakamkan secara militer di TMP Kalibata pada Senin, 1 Juni 2026, menyusul upacara pelepa...
KPAI: Kekerasan Seksual di Pesantren Fenomena Gunung Es
KPAI menyebut kekerasan seksual di pesantren sebagai fenomena gunung es, menyusul penetapan pemimpin pondok...
Pemerintah Pastikan Pengelolaan PT DSI Berjalan Transparan
Pemerintah menjamin PT DSI dikelola transparan dan akuntabel; masa transisi ekspor dimulai 1 Juni hingga 31...
KemenPPPA Perkuat Peran Keluarga Cegah Radikalisme pada Anak
KemenPPPA minta keluarga jadi garis depan pencegahan radikalisme pada anak, serta percepat UPTD PPA, rumah a...
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2
Kemnaker membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2 untuk 24 kejuruan; daftar lewat Skillhub hing...