Rupiah Melemah Tak Otomatis Tingkatkan Wisatawan ke NTT
Ketua DPD ASITA NTT, Abed Frans, mengatakan pelemahan rupiah tidak otomatis meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nusa Tenggara Timur. Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi tren nilai tukar dan permintaan pasar pada Selasa, 2 Juni 2026. Abed menekankan keputusan bisnis harus mempertimbangkan kualitas layanan dan kendala operasional, bukan hanya kurs mata uang.
ASITA: Pelemahan rupiah bukan jaminan lonjakan wisata
Abed menjelaskan wisatawan mancanegara sudah menyadari kondisi nilai tukar. Oleh karena itu, kenaikan permintaan tidak bisa diasumsikan otomatis hanya karena rupiah melemah. Pelaku usaha pariwisata perlu menyesuaikan strategi berdasar request tamu dan situasi lapangan.
"Kalau bilang untuk pelemahan rupiah meningkatkan tourisme di NTT tidak juga. Dalam industri pariwisata itu harus sesuai dengan request dari tamunya, mereka juga tahu bahwa rupiah ini melemah," kata Abed.
Tekanan harga dan risiko penurunan kualitas layanan
Abed mengungkapkan operator wisata kerap mendapat tekanan untuk memberikan harga semurah mungkin. Tekanan ini berisiko menurunkan kualitas layanan jika tidak dihitung matang.
"Kadang-kadang kami ditekan untuk mendapatkan harga semurah-murahnya. Tapi kalau dengan harga yang begitu murahnya dan pelayanan yang seminimum mungkin, itu akan menimbulkan dampak di kemudian hari," ujar Abed.
Ia mengingatkan pelaku usaha agar mempertimbangkan berbagai kendala operasional sebelum menerima permintaan pasar. Harga harus seimbang dengan kualitas untuk menjaga reputasi destinasi jangka panjang.
Data kunjungan wisatawan mancanegara
Badan statistik melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,25 juta pada April 2026, naik 14,75 persen dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 7,22 persen secara tahunan. Secara kumulatif Januari–April 2026 tercatat 4,68 juta kunjungan, naik 8,24 persen year-on-year.
| Periode | Jumlah/Keterangan |
|---|---|
| April 2026 | 1,25 juta kunjungan (naik 14,75% bulan ke bulan; +7,22% tahunan) |
| Jan–Apr 2026 (kumulatif) | 4,68 juta kunjungan (naik 8,24% YoY) |
Komposisi wisatawan menurut kewarganegaraan dipimpin oleh pemegang paspor Malaysia (16,65%), disusul Australia (12,65%) dan Tiongkok (10,73%). Kunjungan terbanyak tercatat melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.
Dampak di NTT dan prospek ke depan
Abed menyebut dampak pelemahan rupiah di Jakarta belum sepenuhnya terlihat di Labuan Bajo dan wilayah NTT lain. Di sana, wisatawan lebih sering menyampaikan keluhan soal harga daripada meningkatkan belanja.
Meski demikian, ASITA NTT berharap tren positif kunjungan dan minat terhadap produk lokal akan meningkat. untuk itu, pelaku usaha harus menjaga keseimbangan antara harga kompetitif dan mutu layanan agar pertumbuhan berkelanjutan tetap terjaga.
"Jangan berpikir bahwa dollar ini begitu tingginya di hadapan rupiah lantas kita mau saja atas permintaan market overseas. Kita harus berhitungan juga dengan hal-hal yang kira-kira akan menjadi obstacle untuk kita," ujar Abed.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bappenas Tetapkan Perlindungan Anak Digital sebagai Prioritas Nasional
Bappenas menetapkan perlindungan anak di ruang digital sebagai prioritas nasional, diintegrasikan ke RPJPN,...
FABC: Sinodalitas Jalan Perkuat Misi Gereja di Asia
FABC menegaskan sinodalitas bukan tujuan akhir, melainkan jalan memperkuat misi Gereja di Asia; sidang pleno...
Satpam Fiktor dan Sopir Alphard di Bundaran HI Sepakat Berdamai
Satpam Fiktor Harefa dan sopir Toyota Alphard sepakat berdamai setelah mediasi Polsek Metro Menteng; dugaan...
Menteri PPPA Perkuat Komitmen Lindungi Anak di HAN ke-42
Menteri PPPA Arifah Fauzi menyerukan penguatan perlindungan anak pada HAN ke-42, perkuat Gernas RANA dan GER...
Pemda Agam Apresiasi Rohana Koeddoes sebagai Tokoh Pers Nasional
Pemda Agam menyambut bangga pengakuan Rohana Koeddoes dalam buku LPDS yang meluncur saat ulang tahun ke-38 l...
FABC Tekankan Pertobatan untuk Hormati Martabat Manusia
Sidang Pleno XII FABC di Jakarta menegaskan pertobatan sebagai dasar penghormatan martabat manusia dan pangg...